Dada Sesak dan Nyeri: Waspadai Penyebabnya dan Ketahui Cara Penanganan yang Tepat
Dada sesak dan nyeri bukanlah keluhan yang boleh diabaikan.-Foto Freepik.com-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Dada sesak dan nyeri merupakan keluhan kesehatan yang kerap menimbulkan rasa cemas, terutama karena sering dikaitkan dengan gangguan jantung.
Keluhan ini dapat muncul secara tiba-tiba maupun perlahan, dengan intensitas ringan hingga berat.
Sensasinya pun beragam, mulai dari rasa ditekan, ditarik, terbakar, hingga nyeri menusuk yang membuat penderitanya sulit bernapas atau beraktivitas.
BACA JUGA:Soto Sabrang Madura: Kuliner Tradisional dengan Cita Rasa Khas Pesisir
Memahami Dada Sesak dan Nyeri
Dada sesak dan nyeri adalah kondisi tidak nyaman yang terjadi di area dada dan sekitarnya.
Rasa nyeri ini dapat terpusat di tengah dada, namun tidak jarang menjalar ke bahu, lengan, leher, rahang, punggung, bahkan perut bagian atas.
Durasi keluhan bisa singkat, hilang timbul, atau menetap dalam waktu lama, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
BACA JUGA:Naysilla Mirdad Resmi Putus dari Arfito Hutagalung Usai 3 Tahun Menjalin Asmara
Beragam Penyebab Dada Sesak dan Nyeri
Keluhan dada sesak dan nyeri tidak selalu disebabkan oleh satu faktor saja.
Ada berbagai kondisi medis dan nonmedis yang dapat memicunya.
Gangguan Jantung
Masalah pada jantung merupakan penyebab paling serius yang harus diwaspadai. Kondisi ini umumnya ditandai dengan nyeri dada yang terasa berat, menekan, atau seperti diremas, terutama saat melakukan aktivitas fisik. Rasa nyeri sering kali disertai keringat dingin, mual, dan lemas.
BACA JUGA:4 Artis Cantik dengan Usia Pernikahan Tersingkat, Ada yang Hanya Bertahan 2 Hari
Masalah Paru-paru dan Pernapasan
Gangguan pada paru-paru dapat menyebabkan dada terasa sesak dan nyeri, terutama saat menarik napas dalam. Keluhan ini biasanya disertai batuk, napas pendek, atau rasa tidak lega saat bernapas.
Gangguan Sistem Pencernaan
Masalah pencernaan seperti asam lambung yang naik dapat menimbulkan sensasi nyeri di dada yang terasa panas atau terbakar. Kondisi ini sering kali memburuk setelah makan atau saat berbaring, sehingga kerap disalahartikan sebagai nyeri akibat gangguan jantung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
