6. Kondisi Medis
Gangguan seperti penyakit jantung, hipertiroidisme, anemia, dehidrasi, atau tekanan darah rendah dapat memengaruhi ritme detak jantung secara signifikan.
7. Usia dan Tingkat Kebugaran
Seiring bertambahnya usia, elastisitas pembuluh darah menurun dan kapasitas jantung berkurang, menyebabkan detak jantung maksimal juga berkurang. Sebaliknya, orang yang rajin berolahraga cenderung memiliki jantung yang lebih kuat dan ritme yang lebih stabil.
BACA JUGA:Anamnesis: Langkah Fundamental dalam Pemeriksaan Medis yang Tak Boleh Diabaikan
Kapan Detak Jantung Menjadi Tanda Bahaya?
Fluktuasi kecil pada detak jantung umumnya wajar, tetapi perubahan yang terus-menerus atau disertai gejala tertentu bisa menjadi pertanda gangguan kesehatan serius. Waspadai jika:
- Detak jantung istirahat terus-menerus di atas 100 bpm (takikardia) tanpa aktivitas fisik.
- Detak jantung terlalu lambat di bawah 50 bpm (bradikardia) disertai pusing, lemas, atau sesak napas.
- Jantung terasa berdebar tidak beraturan atau muncul tanpa sebab yang jelas.
- Muncul gejala seperti nyeri dada, pusing berat, keringat dingin, atau pingsan.
Jika kondisi tersebut terjadi, segera periksakan diri ke dokter. Pemeriksaan medis seperti elektrokardiogram (EKG), tes treadmill (stress test), atau monitor Holter dapat membantu mendeteksi kelainan ritme jantung dengan lebih akurat.
BACA JUGA:Karang Gigi Hitam: Penyebab, Bahaya, dan Cara Ampuh Menghilangkannya
Cara Menjaga Detak Jantung Tetap Sehat
Agar detak jantung tetap stabil dan jantung bekerja optimal, beberapa langkah berikut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Rutin Berolahraga
Lakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang minimal 30 menit setiap hari, seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang.
BACA JUGA:Sistem Gerak Manusia: Mengenal Komponen Utama dan Cara Kerjanya Secara Lengkap
2. Menerapkan Pola Makan Seimbang
Konsumsi makanan kaya serat, antioksidan, dan lemak baik seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan ikan berlemak (salmon, tuna, atau sarden). Batasi makanan tinggi garam, gula, dan lemak jenuh.
3. Batasi Kafein dan Alkohol
Keduanya dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah bila dikonsumsi berlebihan.