Teknik menganyam memerlukan kesabaran tinggi karena harus menjaga kerapatan dan keindahan pola. Untuk membuat satu produk berukuran besar, seperti tampah atau keranjang, bisa memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari.
Hasil akhirnya menunjukkan keahlian tangan yang luar biasa dan mencerminkan kreativitas para pengrajin Tomohon.
BACA JUGA:Macam-Macam Baju Adat Nusantara: Cerminan Keindahan dan Jati Diri Bangsa
Ragam Produk Anyaman Bambu dari Kinilow
Produk yang dihasilkan pengrajin Kinilow sangat beragam.
Barang-barang tradisional yang masih populer antara lain nyiru atau tampah (penampi beras), petarangan ayam, tempat beras, topi caping, kipas bambu, serta wadah penyimpanan hasil pertanian.
Selain itu, seiring berkembangnya zaman, para pengrajin juga mulai membuat produk modern seperti lampion bambu, kap lampu hias, kursi bambu, meja bambu, dan pernak-pernik interior rumah.
BACA JUGA:Filosofi Tari Nyambai Bebakhong, Simbol Keakraban dan Harmoni Masyarakat Lampung
Bentuk dan desain anyaman kini lebih bervariasi. Beberapa pengrajin mengombinasikan bambu dengan bahan lain seperti kain, rotan, atau logam untuk menciptakan tampilan yang lebih modern.
Produk-produk ini diminati wisatawan yang berkunjung ke Tomohon karena selain unik, juga ramah lingkungan.
Tak heran bila sepanjang jalan utama Manado–Tomohon banyak kios yang menjajakan hasil karya warga Kinilow.
Daerah tersebut bahkan dikenal sebagai “Kampung Bambu Kinilow”, yang menjadi destinasi wisata budaya khas Sulawesi Utara.
BACA JUGA:Mengenal Tradisi Ngaben dan Nyekah, Upacara Kematian Suci di Bali
Tantangan yang Dihadapi Para Pengrajin
Meskipun masih eksis, pengrajin anyaman bambu di Tomohon menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah berkurangnya minat generasi muda untuk menekuni profesi ini.
Banyak anak muda lebih memilih pekerjaan di sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan. Akibatnya, regenerasi pengrajin berjalan lambat.
Selain itu, pemasaran produk masih bergantung pada pembeli yang datang langsung ke lokasi. Ketika jumlah wisatawan menurun, pendapatan para pengrajin ikut terdampak.
BACA JUGA:Mengenal Tari Manuk Dadali, Simbol Semangat Garuda dari Jawa Barat