MEDIALAMPUNG.CO.ID – Berdiri megah di tengah gurun Giza, piramida Mesir menjadi salah satu keajaiban dunia yang hingga kini masih menyimpan ribuan misteri.
Meski telah berusia lebih dari empat milenium, bangunan raksasa ini tetap menjadi simbol kebesaran peradaban manusia dan tantangan besar bagi ilmu pengetahuan modern untuk mengungkap seluruh rahasianya.
Piramida Giza, khususnya Piramida Khufu (Cheops), dibangun sekitar tahun 2560 SM dan menjadi struktur tertinggi di dunia selama lebih dari 3.800 tahun sebelum akhirnya dilampaui oleh menara gereja Lincoln di Inggris.
Yang menakjubkan, bangunan ini disusun dari sekitar 2,3 juta balok batu kapur dan granit, masing-masing dengan berat antara dua hingga lima ton, tanpa bantuan teknologi modern seperti derek atau mesin berat.
BACA JUGA:Meditasi Berbasis Neurosains: Bukti Ilmiah di Balik Ketenangan Pikiran
Pertanyaannya: bagaimana bangsa Mesir kuno mampu membangun struktur sebesar itu dengan presisi yang luar biasa?
Hingga kini, teori tentang cara pembangunan piramida masih menjadi bahan perdebatan di kalangan ilmuwan.
Sebagian besar meyakini bahwa batu-batu besar tersebut dipindahkan menggunakan ramp (jalur tanjakan) dan sistem katrol sederhana.
Namun, beberapa penemuan terbaru membuka kemungkinan lain: para insinyur Mesir mungkin memanfaatkan air dan pasir untuk mengurangi gesekan saat menarik batu.
BACA JUGA:Fakta Menarik Tentang Air: Cairan yang Lebih Kompleks dari yang Kita Kira
Eksperimen ilmiah dari Universitas Amsterdam menunjukkan bahwa membasahi pasir di depan kereta pengangkut batu membuatnya lebih mudah digeser, sebuah teknik yang mungkin digunakan ribuan tahun lalu.
Selain keajaiban teknik, piramida juga sarat makna spiritual. Struktur bangunannya dipercaya merepresentasikan tangga menuju surga, tempat raja atau faraon naik ke kehidupan setelah mati.
Arah setiap sisi piramida yang sejajar sempurna dengan empat mata angin utama menunjukkan bahwa para arsitek Mesir memiliki pengetahuan astronomi yang luar biasa.
Bahkan, beberapa teori menyebut bahwa susunan tiga piramida di Giza mencerminkan posisi tiga bintang sabuk Orion, yang bagi bangsa Mesir melambangkan dewa Osiris, sang penguasa alam baka.
BACA JUGA:Eksplorasi Mars: Langkah Nyata Menuju Koloni Manusia di Planet Merah