Jejak Peradaban Mesir Kuno yang Masih Hidup Hingga Kini

Jejak Peradaban Mesir Kuno yang Masih Hidup Hingga Kini

Dari piramida hingga kehidupan sehari-hari, inilah budaya Mesir Kuno-Ilustrasi Gemini AI-

MEDIALAMPUNG.CO.ID  -Mesir Kuno merupakan salah satu peradaban tertua dan paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Peradaban ini tumbuh subur di sepanjang Sungai Nil dan berkembang selama ribuan tahun, sejak sekitar 6000 SM hingga berakhirnya kekuasaan Firaun pada 30 SM. 

Keberadaan Sungai Nil menjadi sumber kehidupan utama yang memungkinkan masyarakat Mesir kuno bertani, berdagang, dan membangun sistem sosial yang terorganisasi dengan baik. Tidak mengherankan jika Mesir Kuno dikenal sebagai pusat peradaban maju di kawasan Mediterania pada masanya.

Ketika membicarakan budaya Mesir Kuno, gambaran pertama yang sering muncul adalah piramida raksasa, kuil-kuil megah, serta makam para firaun yang dipenuhi simbol religius. 

Namun, budaya Mesir Kuno jauh lebih luas daripada sekadar bangunan monumental. Ia mencakup sistem kepercayaan, seni, struktur sosial, tradisi, hingga cara masyarakat menikmati waktu luang.

BACA JUGA:Simulasi Cicilan KUR BRI 2026 Lengkap, Pinjaman hingga Rp200 Juta

Kehidupan Beragama dalam Budaya Mesir Kuno

Agama memegang peranan sentral dalam kehidupan masyarakat Mesir Kuno. Mereka menganut sistem kepercayaan politeistik, yaitu menyembah banyak dewa dan dewi yang diyakini menguasai berbagai aspek kehidupan dan alam semesta. 

Setiap dewa memiliki peran khusus, seperti Ra sebagai dewa matahari, Isis sebagai dewi kesuburan dan pelindung keluarga, serta Osiris yang berhubungan dengan kematian dan kehidupan setelah mati.

Firaun menempati posisi istimewa dalam sistem keagamaan ini. Ia dipercaya sebagai perwujudan dewa di bumi, sekaligus pemimpin politik dan agama. 

BACA JUGA:Sumbang Kemacetan di Jatimulyo, Polisi Pamong Praja Kecamatan Jatiagung Himbau Pedagang

Oleh karena itu, ketaatan kepada firaun dianggap sama dengan ketaatan kepada para dewa. 

Kepercayaan ini membuat rakyat Mesir sangat menghormati penguasa mereka.

Konsep kehidupan setelah kematian juga menjadi ciri khas budaya Mesir Kuno. Masyarakat percaya bahwa kehidupan tidak berakhir setelah kematian, melainkan berlanjut di alam lain. 

Keyakinan inilah yang melatarbelakangi praktik mumifikasi dan pembangunan makam megah. Jenazah diawetkan agar roh dapat kembali ke tubuhnya di alam baka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: