Makna Filosofis
Borobudur bukan sekadar bangunan monumental, melainkan juga sebuah "kitab batu" yang sarat dengan filosofi. Tingkatan-tingkatannya menggambarkan tahapan spiritual manusia:
- Kamadhatu – tingkat paling bawah, melambangkan dunia penuh nafsu dan keterikatan materi.
- Rupadhatu – tingkat menengah, menggambarkan dunia bentuk, ketika manusia mulai mengendalikan diri.
- Arupadhatu – tingkat paling atas, melambangkan dunia tanpa bentuk, simbol pencapaian nirwana.
Dengan menaiki setiap tingkat, peziarah seakan diajak menapaki perjalanan menuju pencerahan.
BACA JUGA:Rahasia Membuat Tahu Isi Tetap Renyah Meski Sudah Dingin, Cukup Tambahkan Satu Bahan Saja
Kejayaan dan Kemunduran
Pada masa jayanya, Borobudur ramai dikunjungi umat Buddha yang melakukan ziarah. Namun, sekitar abad ke-14, pengaruh agama Hindu dan Islam mulai berkembang di Jawa, sehingga Borobudur perlahan ditinggalkan.
Letusan Gunung Merapi dan tertutupnya candi oleh abu vulkanik serta semak belukar membuat Borobudur terlupakan selama berabad-abad.
Barulah pada awal abad ke-19, ketika Jawa berada di bawah kekuasaan Inggris, Borobudur ditemukan kembali. Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles mengirim tim untuk menyelidiki kabar tentang bangunan besar yang terkubur, dan akhirnya candi ini kembali diperkenalkan ke dunia. Meski banyak bagian rusak, penemuan tersebut membuka jalan bagi upaya pelestarian.
BACA JUGA:5 Manfaat Argan Oil untuk Rambut: Rahasia Rambut Lembut, Kuat, dan Berkilau
Restorasi dan Pengakuan Dunia
Restorasi awal dilakukan sejak masa kolonial Belanda, tetapi hasilnya masih terbatas. Pemugaran besar-besaran baru terlaksana pada tahun 1973–1983 dengan dukungan UNESCO. Batu-batu yang rapuh dibongkar, dibersihkan, lalu dipasang kembali dengan teknik modern agar lebih kokoh.
Kerja keras ini membuahkan hasil besar. Pada tahun 1991, UNESCO resmi menetapkan Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia.
Sejak itu, Borobudur tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga menjadi warisan berharga umat manusia.
BACA JUGA:KUR BRI 2025: Pinjaman Modal UMKM Hingga Rp500 Juta, Cicilan Ringan Mulai Rp216 Ribu per Bulan
Borobudur di Masa Kini
Sekarang, Borobudur tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga pusat spiritual umat Buddha. Setiap tahun, ribuan umat berkumpul di sini untuk merayakan Hari Raya Waisak. Upacara ini penuh makna, menekankan kedamaian, kasih sayang, dan kebersamaan.