Bidang Pertanian dan Lingkungan
Bakteri juga berkontribusi dalam menjaga kesuburan tanah. Rhizobium, misalnya, hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan untuk mengikat nitrogen bebas dari udara menjadi senyawa berguna bagi pertumbuhan.
Selain itu, bakteri dekomposer membantu menguraikan sisa organisme mati menjadi zat hara yang bisa diserap kembali oleh tumbuhan.
Ada pula jenis bakteri yang digunakan dalam bioremediasi, yakni membersihkan lingkungan tercemar dengan mendegradasi limbah berbahaya seperti minyak bumi, pestisida, atau logam berat.
BACA JUGA:Total Ribuan Warga Lampung Ikuti Aksi Damai Serentak Tolak Kenaikan Tunjangan DPR RI
Bidang Industri dan Teknologi
Dunia industri juga memanfaatkan bakteri dalam skala besar. Mereka digunakan untuk menghasilkan enzim, vitamin, serta senyawa organik seperti asam asetat dan asam sitrat yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produk ini banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, hingga farmasi.
Dalam bioteknologi, bakteri Escherichia coli sering dijadikan “pabrik biologis” untuk menghasilkan protein penting, seperti insulin bagi penderita diabetes dan hormon pertumbuhan.
Pemanfaatan ini membuktikan peran besar bakteri dalam kemajuan teknologi medis dan industri.
BACA JUGA:IKBL Gelar Lomba Mewarnai Ibu dan Anak Sambut Hari Anak dan HUT RI ke-80
Risiko dan Dampak Negatif
Meski memiliki banyak manfaat, bakteri juga bisa menimbulkan ancaman bagi kesehatan.
Beberapa jenis berbahaya antara lain Mycobacterium tuberculosis penyebab TBC, Salmonella penyebab keracunan makanan, serta Vibrio cholerae penyebab kolera.
Keberadaan bakteri patogen ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan diri, memperhatikan keamanan pangan, serta melestarikan lingkungan agar risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan.