Tentu saja, bahan utama adalah kotoran kambing. Pastikan kondisinya kering, tidak tercampur plastik atau sampah lain.
• Tambahkan bahan pendukung
Campur dengan daun kering, sekam padi, atau sisa sayuran. Bahan organik ini membantu proses penguraian jadi lebih cepat.
BACA JUGA:5 Tanaman Hias Langka dengan Harga Mencengangkan
• Proses fermentasi
Tumpuk kotoran kambing dan bahan pendukung tadi, lalu siram dengan sedikit air agar lembap. Tutup dengan terpal atau karung bekas. Biarkan terfermentasi selama 2–3 minggu, sesekali diaduk supaya tidak terlalu panas di dalam.
• Tunggu hingga matang
Tanda pupuk sudah matang biasanya baunya tidak menyengat, teksturnya remah, dan warnanya kehitaman. Nah, pupuk inilah yang siap dipakai.
BACA JUGA:Peran Sinar Matahari untuk Kesuburan Tanaman
Cara Menggunakan di Tanaman Hias
Setelah pupuk jadi, cara pemakaiannya pun gampang.
Untuk tanaman hias, cukup taburkan sedikit pupuk kotoran kambing yang sudah matang di atas media tanam, lalu siram air seperti biasa.
Jangan langsung dipakai dalam kondisi segar ya, karena kotoran kambing yang masih mentah bisa bikin tanaman justru “kepanasan” dan layu.
BACA JUGA:Ciri-Ciri Tanah yang Subur untuk Tanaman Hias
Kelebihan Pupuk dari Kotoran Kambing
• Mudah dan murah: tidak perlu beli pupuk kimia, cukup manfaatkan yang ada.