Selain rumah utama, hampir setiap keluarga memiliki lumbung padi yang khas.
Lumbung ini berbentuk bangunan kecil dengan atap tinggi dan runcing, sedangkan bagian bawahnya ditopang tiang kayu.
Fungsi utamanya adalah menyimpan padi agar aman dari hama dan siap digunakan kapan saja.
Lumbung padi bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan juga lambang kesejahteraan keluarga.
BACA JUGA:Sherina Munaf Selamatkan Kucing Kurus dari Rumah Uya Kuya yang Dijarah
Rumah adat masyarakat Sasak memiliki beberapa jenis, masing-masing dengan fungsi berbeda:
1. Bale Tani
Merupakan rumah yang ditempati oleh keluarga petani. Pintu rumah dibuat rendah sehingga orang yang masuk harus menunduk, melambangkan penghormatan terhadap pemilik rumah.
2. Bale Bonter
Ukurannya lebih besar dibanding Bale Tani dan digunakan untuk acara penting, seperti musyawarah keluarga besar atau pertemuan adat.
BACA JUGA:Toyota Vios Hybrid 2025: Sedan Hemat BBM dan Ramah Lingkungan
3. Bale Kodong
Rumah berukuran kecil yang diperuntukkan bagi pasangan muda yang baru menikah atau orang tua lanjut usia. Kesederhanaannya mencerminkan nilai hidup sederhana dan harmonis.
4. Lumbung Padi
Bangunan paling ikonik masyarakat Sasak, berbentuk unik dengan atap runcing menjulang tinggi. Selain fungsi praktis, lumbung padi juga menjadi simbol kemakmuran dan persediaan pangan.
BACA JUGA:Video Permintaan Maaf Viral, Tiga Artis Legislator Dinonaktifkan