Tradisi Kebo-keboan, Warisan Budaya Unik Banyuwangi

Sabtu 16-08-2025,21:00 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Oleh karena itu, peran tokoh masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya.

Salah satu cara yang sudah dilakukan adalah mengemas kebo-keboan sebagai bagian dari festival daerah.

Dengan begitu, generasi muda tidak hanya melihat ritual ini sebagai kewajiban adat, tetapi juga sebagai kebanggaan identitas budaya mereka.

BACA JUGA:Meriam Bambu: Permainan Tradisional yang Masih Bertahan di Tengah Zaman Modern

Tradisi kebo-keboan mengajarkan banyak hal yang relevan hingga saat ini. Pertama, pentingnya rasa syukur kepada Tuhan atas hasil kerja keras manusia.

Kedua, perlunya menghormati alam dan menjaga keseimbangan lingkungan. Ketiga, kebersamaan dan gotong royong adalah kunci terciptanya masyarakat yang kuat.

Nilai-nilai ini bisa dijadikan pelajaran berharga, tidak hanya bagi masyarakat Osing, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Dengan melestarikan tradisi, kita menjaga jati diri dan membangun rasa bangga terhadap kekayaan budaya bangsa.

BACA JUGA:Pesona Desa Adat Wae Rebo, Permata Budaya di Pegunungan Flores

Tradisi kebo-keboan di Banyuwangi adalah wujud nyata dari hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya.

Ritual ini lahir dari kehidupan agraris masyarakat Osing yang menjunjung tinggi kerbau sebagai simbol kesuburan dan kekuatan.

Hingga kini, kebo-keboan tetap dijalankan, tidak hanya sebagai upacara adat, tetapi juga sebagai daya tarik pariwisata yang memperkenalkan kearifan lokal Banyuwangi kepada dunia.

Menjaga kelestarian tradisi berarti menjaga identitas bangsa. Selama masyarakat terus melestarikan kebo-keboan, maka warisan budaya ini akan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai kebanggaan Indonesia.(*)

Kategori :