Ketika ovulasi terjadi, folikel akan pecah dan melepaskan sel telur beserta cairan dan sedikit darah ke rongga perut. Cairan inilah yang bisa menyebabkan iritasi ringan pada jaringan sekitar dan memicu rasa nyeri.
3. Kontraksi Tuba Falopi
Setelah sel telur dilepaskan, tuba falopi akan berkontraksi untuk membantu mengarahkan sel telur menuju rahim. Kontraksi otot ini juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan.
BACA JUGA:Pantangan Makanan untuk Penderita Kista yang Penting Diketahui
Kapan Nyeri Ovulasi Masih Tergolong Normal?
Nyeri ovulasi umumnya masih dianggap normal apabila:
- Terjadi secara konsisten di tengah siklus, sekitar hari ke-14 dari siklus 28 hari
- Tidak terlalu menyakitkan hingga mengganggu aktivitas harian
- Tidak disertai gejala lain seperti demam, mual, atau perdarahan berat
- Berlangsung singkat, kurang dari 48 jam
Sebagai langkah awal pereda nyeri, Anda bisa menggunakan kompres hangat pada bagian perut bawah atau mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen sesuai anjuran dosis.
BACA JUGA:Nyeri di Lengan Setelah Imunisasi? Ini Penyebab dan Cara Atasinya
Waspadai Jika Nyeri Mengarah ke Masalah Serius
Meski dalam banyak kasus nyeri ovulasi tergolong normal, ada beberapa kondisi di mana nyeri perut saat ovulasi bisa menjadi tanda penyakit serius. Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami hal berikut:
- Nyeri terasa sangat hebat hingga mengganggu aktivitas
- Disertai gejala lain seperti demam tinggi, mual, atau muntah
- Nyeri berlangsung lebih dari dua hingga tiga hari
- Terjadi perdarahan berat di luar jadwal haid
- Nyeri muncul secara tidak konsisten atau berpindah-pindah lokasi
- • Muncul bersamaan dengan nyeri saat buang air kecil atau saat berhubungan seksual
Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan gejala serupa:
BACA JUGA:Kenali Perbedaan Zat Besi Heme dan Nonheme, Penting untuk Kesehatan Tubuh
Kista Ovarium
Kista adalah kantung berisi cairan yang tumbuh di ovarium. Kista yang pecah bisa menyebabkan nyeri hebat secara tiba-tiba.
Endometriosis
Penyakit ini terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Kondisi ini menyebabkan nyeri kronis yang mirip dengan nyeri saat ovulasi.