Seberapa Sering Harus Berolahraga untuk Menjaga Kebugaran Paru-paru dan Jantung?

Rabu 30-07-2025,21:58 WIB
Reporter : Apriyanti
Editor : Budi Setiawan

BACA JUGA:Lirik Teknologi Xiaomi SU7 Ultra, Ferrari Siap Bikin EV Supercar

Latihan Interval Intensitas Tinggi (HIIT) Sebanyak 2–3 Kali Seminggu

Jika Anda mencari hasil maksimal dalam waktu singkat, latihan HIIT bisa menjadi alternatif. HIIT atau High Intensity Interval Training menggabungkan gerakan sangat intens selama beberapa detik hingga menit, diselingi waktu istirahat aktif.

Durasi latihan HIIT biasanya hanya 15–30 menit, tetapi memiliki efek yang luar biasa pada sistem kardiovaskular dan pembakaran kalori. Misalnya, Anda bisa melakukan sprint selama 30 detik lalu berjalan ringan selama satu menit dan mengulangi pola ini hingga sepuluh kali. Latihan lain seperti burpees, jumping jack, mountain climber, dan squat jump juga sering digunakan dalam metode ini.

Namun, latihan ini tidak disarankan bagi pemula total atau individu dengan kondisi jantung dan paru tertentu. Konsultasi dengan dokter atau pelatih bersertifikat sangat dianjurkan sebelum memulai HIIT.

BACA JUGA:Transfer DANA Gagal Masuk? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Latihan Pernapasan dan Fleksibilitas Sekitar 2–3 Kali Seminggu

Meskipun terlihat ringan, latihan pernapasan dan fleksibilitas seperti yoga, tai chi, atau teknik pernapasan dalam sangat bermanfaat untuk paru-paru dan jantung.

Latihan ini meningkatkan kapasitas paru, menurunkan ketegangan otot, dan membantu mengontrol stres yang berdampak langsung pada tekanan darah dan ritme jantung.

Durasi latihan fleksibilitas umumnya sekitar 15–30 menit, dan bisa digabungkan dengan olahraga lain atau dilakukan sebagai sesi pendinginan.

BACA JUGA:Waktu Terbaik Konsumsi Kolagen agar Manfaatnya Maksimal

Tips Berolahraga Aman dan Efektif

Untuk memperoleh manfaat maksimal, selalu mulai latihan dengan pemanasan dan akhiri dengan pendinginan. Ini membantu tubuh beradaptasi dan mengurangi risiko cedera.

Konsistensi adalah kunci. Olahraga ringan namun rutin lebih baik daripada intensitas tinggi yang tidak konsisten. 

Dengarkan tubuh Anda—jika muncul tanda seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, atau kelelahan ekstrem, segera hentikan aktivitas dan evaluasi kondisi tubuh.

BACA JUGA:Penderita Tiroid Wajib Tahu! Ini Pantangan Utama yang Harus Dihindari

Kategori :