Natar Bukan Anak Tiri, Bupati Egi: Anggaran 2025 Tertinggi di Lampung Selatan

Natar Bukan Anak Tiri, Bupati Egi: Anggaran 2025 Tertinggi di Lampung Selatan

Musrenbang 2027 jadi ajang klarifikasi isu “anak tiri” Kecamatan Natar-Foto Dok-

LAMSEL, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Isu mengenai ketimpangan pembangunan kembali mencuat ketika Kecamatan Natar sempat disebut sebagai “anak tiri” dalam distribusi anggaran daerah. 

Namun, tudingan itu langsung ditepis oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang memaparkan data resmi alokasi anggaran sebagai jawaban berbasis fakta.

Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Aula Balai Desa Candimas, Kecamatan Natar, Jumat (13 Februari 2026), Bupati Egi menegaskan bahwa konsep pemerataan pembangunan tidak identik dengan pembagian anggaran secara sama rata. 

Pemerataan, menurutnya, adalah keadilan yang bertumpu pada kebutuhan wilayah, luas daerah, serta jumlah penduduk.

BACA JUGA:Klaim Saldo DANA Gratis Lewat Fitur DANA Kaget, Ini Cara Aman dan Resminya

“Bagaimana mungkin disebut anak tiri, kalau anggarannya paling besar se-Kabupaten Lampung Selatan. Ruas jalannya paling banyak, panjang jalan yang dibangun juga paling tinggi,” tegasnya.

Data Tahun Anggaran 2025 menunjukkan Kecamatan Natar menerima alokasi anggaran fisik sebesar Rp45 miliar. 

Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan 16 kecamatan lainnya di Kabupaten Lampung Selatan.

Realisasi pembangunan di Natar pun terbilang signifikan. Sepanjang 2025, pemerintah daerah membangun 26 lokasi ruas jalan dengan total panjang mencapai 17,5 kilometer. 

BACA JUGA:Wakil Wali Kota Bandar Lampung Kukuhkan 111 Pejabat Baru, Harris Surahya Pimpin Bank Waway

Selain itu, lima jembatan berdiri untuk memperkuat konektivitas wilayah. Tiga drainase diperbaiki guna mengurangi potensi genangan. 

Sepuluh titik sanitasi dan air minum diwujudkan demi mendukung kesehatan masyarakat.

Tak berhenti di situ, 13 kegiatan sumber daya air juga direalisasikan, termasuk normalisasi serta pembangunan embung sebagai upaya pengendalian banjir dan penyediaan air baku. 

Deretan proyek tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur Natar berjalan massif dan terukur.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: