Tak hanya Tomia dan Binongko, Pulau Hoga juga menjadi surga bagi para pecinta wisata bahari. Perairannya yang jernih dan dangkal menjadi spot ideal untuk snorkeling.
Di sini, wisatawan dapat melihat terumbu karang dari permukaan air, seolah menonton akuarium raksasa langsung di alam.
Selain itu, Pulau Hoga juga punya suasana pantai yang asri, jauh dari keramaian, sangat cocok bagi yang mendambakan ketenangan.
Pulau Wangi-Wangi, sebagai pintu gerbang utama menuju Wakatobi, juga menawarkan pengalaman diving yang tak kalah istimewa.
BACA JUGA:Eksplorasi Pesona Alam dan Budaya Jawa Timur
Kekayaan biota lautnya menjadi daya tarik tersendiri, mulai dari terumbu karang beragam bentuk hingga ikan-ikan tropis berwarna cerah.
Pada waktu tertentu, pengunjung bahkan bisa melihat lumba-lumba muncul di permukaan laut, menciptakan momen tak terlupakan.
Selain spot-spot populer tadi, Wakatobi juga punya beberapa titik selam khusus yang menantang dan memacu adrenalin.
Ali Reef Dive Site, misalnya, terkenal dengan arus lautnya yang cukup deras. Karenanya, spot ini lebih sering dikunjungi oleh penyelam berpengalaman.
BACA JUGA:Menyapa Ribuan Kelelawar di Gua Batman
Sensasi menyelam di tengah arus yang dinamis memberi pengalaman unik yang jarang ditemukan di tempat lain.
Channel Dive Spot juga punya pesona tersendiri meski arus lautnya relatif kuat. Para penyelam sering disuguhi pemandangan schooling unicorn fish yang berenang bergerombol, menciptakan formasi indah di bawah laut.
Fenomena ini menjadi incaran banyak fotografer bawah laut karena jarang dijumpai di tempat lain.
Tak kalah menarik, Fam 38 Dive Spot menjadi salah satu titik selam yang banyak direkomendasikan.
BACA JUGA:Pesona Aceh, Surga Alam di Ujung Barat Nusantara
Dengan kedalaman mencapai 60 meter dan kontur berupa lereng serta dinding terjal, Fam 38 sering disebut sebagai spot diving kelas dunia.