Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Dua Warga Hilang Terseret Arus Sungai Way Halami
BPBD, TNI-Polri, dan Basarnas menyisir Sungai Way Halami untuk mencari korban hilang.-Foto dok.-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Tim gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap dua warga Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), yang diduga hilang terseret arus Sungai Way Halami saat memancing. Upaya pencarian dilanjutkan dengan menyisir aliran sungai yang sebelumnya menjadi lokasi kejadian.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Barat, Robi Arfan, S.H., mengatakan pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, pemerintah Kecamatan Lemong, hingga masyarakat setempat.
Seluruh personel difokuskan menyusuri aliran Sungai Way Halami dengan tetap mengutamakan keselamatan.
“Pencarian dilanjutkan dengan menyusuri aliran sungai, namun petugas harus ekstra waspada karena kondisi cuaca hujan sejak pagi dan dikhawatirkan banjir kembali terjadi,” kata Robi Arfan.
BACA JUGA:Wedang Pokak: Minuman Rempah Tradisional Jawa Timur yang Hangat, Aromatik, dan Menyehatkan
Diketahui, dua warga Pekon Rata Agung yang diduga hilang tersebut bernama Arnando dan Sukir.
Keduanya dilaporkan terseret arus Sungai Way Halami pada Jumat sore, 30 Januari 2026, saat sedang memancing di sungai tersebut.
Pelaksana Tugas Camat Lemong, Nurohmad, menjelaskan peristiwa itu bermula ketika empat orang warga memancing di sungai dengan posisi saling berseberangan. Dari empat orang tersebut, dua warga berhasil selamat, masing-masing bernama Nurohman dan Nurohim.
“Berdasarkan keterangan dua warga yang selamat, saat mereka memancing tiba-tiba terjadi banjir bandang. Air sungai meluap dan arus menjadi sangat deras. Diduga Arnando dan Sukir terseret arus,” ungkap Nurohmad.
BACA JUGA:Alasan Medis di Balik Puasa Sebelum Operasi, Ini Penjelasan Lengkapnya
Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi sangat cepat sehingga kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Sementara itu, dua warga lainnya berhasil bertahan dan kemudian meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar lokasi kejadian.
Upaya pencarian sebenarnya telah dilakukan sejak Jumat malam hingga Sabtu sore oleh masyarakat setempat. Warga menyusuri aliran sungai secara manual, namun hingga kini keberadaan kedua korban belum berhasil ditemukan.
“Warga sempat menemukan senter dan alat pancing di dasar sungai yang diduga milik korban, namun korban belum berhasil ditemukan,” jelas Nurohmad.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



