Gejala Nyeri Akibat Stres yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya

Senin 21-07-2025,18:32 WIB
Reporter : Apriyanti
Editor : Budi Setiawan

5. Masalah Pencernaan Stres yang tidak terkendali bisa mempengaruhi sistem pencernaan. Keluhan yang sering muncul meliputi maag kambuh, perut kembung, diare, atau sembelit. Semua ini adalah reaksi alami tubuh terhadap stres melalui saraf yang menghubungkan otak dengan sistem pencernaan (gut-brain axis).

6. Nyeri Sendi Tanpa Penyebab Fisik Dalam beberapa kasus, stres dapat memperburuk peradangan dalam tubuh yang memicu rasa nyeri pada sendi, walaupun tidak ada cedera fisik. Nyeri ini bisa berpindah-pindah dari satu sendi ke sendi lain.

Cara Efektif Mengelola Nyeri Akibat Stres Psikologis

Agar keluhan fisik akibat stres tidak semakin parah, berikut beberapa langkah efektif yang bisa Anda lakukan;

BACA JUGA:Balita di Bandar Lampung Dievakuasi Setelah Kepala Terjepit Kaleng Biskuit

1. Melatih Relaksasi Pikiran dan Tubuh Teknik seperti meditasi, yoga, pernapasan dalam, atau mindfulness terbukti membantu menenangkan pikiran sekaligus merilekskan otot-otot yang tegang.

2. Rutin Berolahraga Olahraga membantu tubuh melepaskan hormon endorfin, yaitu hormon yang berperan sebagai analgesik alami untuk meredakan nyeri sekaligus memperbaiki suasana hati. Pilih olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang.

3. Tidur Berkualitas Kurang tidur bisa memperburuk kondisi fisik dan mental Anda. Usahakan untuk tidur minimal 7-8 jam per malam dengan jadwal tidur yang teratur agar tubuh memiliki waktu untuk memulihkan diri.

4. Konsultasi dengan Profesional Kesehatan Mental Jika stres yang Anda alami terasa berat dan sulit dikendalikan sendiri, konsultasi dengan psikolog atau psikiater sangat dianjurkan. Terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) efektif membantu mengidentifikasi sumber stres dan cara mengelolanya dengan lebih sehat.

BACA JUGA:Terminal Panjang Akan Disulap Jadi Sekolah Gratis untuk Anak Kurang Mampu

5. Terapi Fisik dan Pijat Jika otot-otot sudah terlalu tegang dan menimbulkan nyeri berkepanjangan, terapi seperti pijat, akupuntur, atau fisioterapi bisa menjadi pilihan untuk membantu mengurangi ketegangan.

6. Kelola Waktu dan Prioritas dengan Baik Kerap kali, stres muncul karena tuntutan pekerjaan atau aktivitas yang menumpuk. Membuat jadwal yang teratur, menetapkan prioritas, serta memberi waktu untuk istirahat dan relaksasi penting untuk menjaga keseimbangan hidup.

Apabila keluhan nyeri yang Anda rasakan tidak kunjung reda meskipun sudah melakukan berbagai upaya mandiri, segera konsultasikan dengan dokter. Terutama jika nyeri tersebut disertai gejala serius seperti;

  • Sesak napas
  • Pingsan atau lemas tiba-tiba
  • Demam tanpa sebab yang jelas
  • Gangguan tidur berat atau perubahan berat badan drastis.(*)
Kategori :