Seni Ukir yang Menghidupkan Cerita
Salah satu keunggulan suku Asmat yang diakui dunia adalah kemampuan mereka dalam membuat ukiran kayu yang penuh makna.
Bagi masyarakat Asmat, mengukir bukan hanya sekadar membuat benda seni, tetapi juga bagian dari proses spiritual.
Tiap goresan pada kayu menggambarkan kisah leluhur, pengalaman hidup, hingga hubungan manusia dengan alam.
BACA JUGA:Ide Bisnis Es Teler Cake Dessert Box yang Menjanjikan
Ukiran Asmat sangat khas dengan bentuk-bentuk yang menggambarkan wajah, tubuh manusia, hewan, dan simbol-simbol mistis.
Biasanya, karya-karya ini tidak untuk dijual sembarangan karena memiliki nilai sakral yang tinggi.
Namun, banyak seniman dan peneliti dari luar negeri datang untuk mempelajari makna di balik ukiran tersebut, sehingga tak sedikit karya mereka akhirnya dipamerkan di museum dan galeri internasional.
BACA JUGA:Saburai Grand Jam, Satlantas Polresta Bandar Lampung Alihkan Arus Lalu Lintas
Rumah Adat Jew dan Fungsi Sosialnya
Dalam kehidupan sosial suku Asmat, terdapat bangunan adat penting bernama Jew.
Rumah ini berfungsi sebagai tempat tinggal pria lajang sekaligus menjadi pusat kegiatan adat dan pengambilan keputusan.
Di sinilah para pemuda belajar tentang kehidupan, adat, serta peran mereka di masa depan sebagai penjaga tradisi.
BACA JUGA:Kai Divre IV Tanjung Karang Terima 13 Lokomotif Baru Untuk Angkutan Barang
Jew tidak boleh dibangun sembarangan. Proses pembangunannya melibatkan ritual dan upacara khusus yang dilakukan oleh tetua adat.