ITDC bertanggung jawab mengelola destinasi wisata strategis seperti Bali, Mandalika, dan Labuan Bajo. Maune Ari—yang telah berpengalaman mengarahkan dan mengelola acara serta produksi—sangat relevan.
Jabatan ini memungkinkan integrasi antara storytelling, promosi budaya, dan inovasi dalam industri pariwisata nasional.
BACA JUGA:Martabak Bangka: Camilan Legendaris yang Selalu Hadir di Setiap Momen Istimewa
4. Ifan Seventeen – Direktur Utama PFN dan Tantangan Industri Film
Vokalis Seventeen, Riefian Fajarsyah alias Ifan, ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN). Pengangkatannya menimbulkan percikan pro-kontra publik. Ifan diketahui pernah menjadi produser film “Kemarin”, “Sukep: The Movie”, dan eksekutif produser film “Kau dan Dia”.
Banyak yang memandang pengalamannya di industri film independen sebagai modal, namun sejumlah pihak menilai pengalaman tersebut belum cukup untuk menahkodai BUMN besar seperti PFN.
Meski begitu, Ifan merespons kritik tersebut secara terbuka. Ia menyatakan bersedia mengundurkan diri jika ada pengganti yang lebih layak, namun juga menegaskan niatnya bekerja maksimal bersama tim agar PFN berkembang.
BACA JUGA:Samsung Siapkan Ponsel Lipat Tiga, Bakal Tantang Huawei di Akhir 2025
Menyelami Logika di Balik Penunjukan
Penempatan publik figur di BUMN membuka bab baru mengenai strategi pemerintah menggabungkan kreasi, komunikasi, dan inovasi ke ranah korporasi. Berikut beberapa alasan mendasarnya:
- Memanfaatkan Popularitas dan Pengaruh Sosial
Selebriti seperti Yovie dan Ifan memiliki basis penggemar luas. Ini bisa dioptimalkan untuk mempromosikan produk BUMN secara lebih efektif, misalnya melalui media sosial atau kampanye digital.
- Kreativitas Jadi Nilai Tambah
Industri kreatif memerlukan ide segar dan narasi kuat. Baik Yovie maupun Ari dipercaya mampu menyuntikkan unsur storytelling untuk memperkuat branding dan pemasaran.
BACA JUGA:KUR BRI 2025: Solusi Pembiayaan Usaha dengan Bunga Ringan dan Cicilan Terjangkau
- Kemampuan Komunikasi dan Manajerial