Gubernur Mirza Gandeng BI, Targetkan Ekonomi Lampung Tumbuh 6 Persen di 2026
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di tengah sebelah kanan Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan dan sebelah kiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Upaya tersebut difokuskan pada penguatan kinerja komoditas strategis, ekonomi desa, serta pengendalian inflasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya peran organisasi perangkat daerah (OPD) dalam memperkuat kolaborasi dengan BI, khususnya dalam memetakan persoalan komoditas unggulan dan memperkuat basis ekonomi desa.
Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2026 berada di kisaran 5,5 hingga 6 persen.
BACA JUGA:Ekonomi Membaik, Angka Kemiskinan Lampung Turun Jadi 9,66 Persen
Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat Rapat Rekomendasi Penguatan Kinerja Komoditas Strategis di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis 5 Februari 2026.
Menurut Mirza, Bank Indonesia telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi perekonomian Lampung dan memberikan rekomendasi strategis yang perlu ditindaklanjuti oleh Pemprov.
Sepanjang 2025, Pemprov Lampung juga mulai membenahi berbagai hambatan pertumbuhan ekonomi, terutama pada tata niaga komoditas unggulan seperti padi, jagung, bawang merah, cabai, dan kopi.
“Permasalahan komoditas unggulan sudah dipetakan dari hulu hingga hilir. Selanjutnya, kita dorong hilirisasi agar memberikan nilai tambah, khususnya di desa, sehingga perputaran ekonomi terjadi di desa,” ujar Mirza.
BACA JUGA:Gubernur Mirza Pastikan Jembatan Way Bungur Mulai Dibangun Bulan Ini
Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, terutama menjelang dan selama bulan suci Ramadan, agar inflasi tetap terkendali dan tidak terjadi lonjakan harga.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyatakan bahwa BI terus memberikan masukan strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, dengan sektor pertanian sebagai fokus utama karena kontribusinya yang besar terhadap perekonomian Lampung.
Namun, Bimo mengingatkan bahwa sektor pertanian juga rentan terhadap berbagai risiko, seperti perubahan cuaca ekstrem.
Oleh karena itu, peningkatan produktivitas dan pengembangan produk turunan melalui hilirisasi dinilai penting untuk menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
