BACA JUGA:Regenerative Braking: Teknologi Canggih yang Mulai Hadir di Motor Listrik
5. Periksa Biaya dan Metode Pembayaran
Tarif pengisian daya bervariasi. Di Indonesia, SPKLU milik PLN menetapkan harga rata-rata sekitar Rp 2.466 per kWh (data 2025), namun tarif di SPKLU swasta bisa berbeda, termasuk ada yang mengenakan tarif per menit.
Cek metode pembayaran yang tersedia—apakah mendukung kartu kredit, dompet digital, QRIS, atau pembayaran melalui aplikasi.
Beberapa operator bahkan menawarkan paket langganan bulanan untuk pengguna rutin, yang bisa lebih ekonomis.
BACA JUGA:Duel SUV Kompak: Honda WR-V vs Suzuki Fronx, Siapa Lebih Canggih?
6. Perhatikan Keandalan SPKLU
Tidak semua SPKLU memiliki tingkat keandalan yang sama.
Pastikan Anda memilih stasiun yang memiliki ulasan positif, riwayat pemeliharaan rutin, dan dukungan teknis dari penyedia resmi seperti PLN, ChargePoint, atau operator lokal terpercaya.
Stasiun yang menyediakan beberapa charger sekaligus juga mengurangi kemungkinan harus antre atau terhambat jika salah satu unit rusak.
BACA JUGA:BYD Ungkap Inovasi Pengisian Kilat: 400 Km Cuma 5 Menit, Revolusi Kendaraan Listrik Dimulai
7. Rencanakan Pengisian untuk Perjalanan Jarak Jauh
Jika Anda merencanakan perjalanan luar kota, penting untuk mengidentifikasi SPKLU di sepanjang rute Anda—terutama yang menawarkan DC Fast Charging.
Gunakan aplikasi seperti A Better Routeplanner untuk merancang rute yang efisien dengan titik pengisian optimal.
Pastikan Anda meninggalkan ruang cadangan daya (setidaknya 10–20%) dalam baterai untuk mengantisipasi kemungkinan SPKLU rusak atau penuh.
BACA JUGA:Inovasi Baterai Natrium Ion dari India: Isi 80 Persen Hanya dalam 6 Menit