Budaya Adat Bengkulu: Keunikan dan Kearifan Lokal

Rabu 28-05-2025,16:44 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Tarian tersebut biasa ditampilkan pada acara perayaan dan adat, yang menggambarkan kegembiraan dan semangat kebersamaan.

Gerakan tarian yang dinamis diiringi alat musik tradisional memberikan nuansa khas yang mengakar dalam kehidupan masyarakat. 

Bengkulu juga memiliki kekayaan seni  serta kerajinan tangan yang merefleksikan identitas lokal.  Salah satu warisan budaya yang saat ini masih dilestarikan adalah kain songket Bengkulu.

Kain ini ditenun dengan benang emas atau perak dan dihiasi motif khas yang melambangkan filosofi kehidupan masyarakat.

Songket biasanya digunakan dalam acara resmi atau upacara adat sebagai simbol kehormatan. 

BACA JUGA:Tiga Rumah Adat Khas Kepulauan Riau dan Keunikannya

Gamelan Bengkulu merupakan bentuk seni musik tradisional yang masih sering dipentaskan.

Alat musik seperti gong, kenong, dan saron dimainkan secara harmonis, menciptakan suasana sakral dalam berbagai upacara.

Musik ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berfungsi dalam menyatukan komunitas dalam kegiatan bersama. 

Kehidupan sosial masyarakat Bengkulu dibangun di atas nilai kekeluargaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap pemimpin adat serta orang tua.

BACA JUGA:5 Upacara Adat Riau yang Sarat Makna Budaya

Struktur masyarakat umumnya bersifat patriarkal, dengan laki-laki sebagai kepala keluarga.

Akan tetapi perempuan juga memainkan peran penting di dalam pelestarian budaya serta pendidikan anak-anak. 

Kepercayaan masyarakat tidak terlepas dari pengaruh agama dan tradisi leluhur.  Sebagian besar penduduk menganut agama Islam, tetapi nilai-nilai lokal tetap dilestarikan dalam bentuk tradisi yang mengandung spiritualitas.

Perpaduan antara ajaran agama dan kearifan lokal menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan toleran. 

BACA JUGA:5 Upacara Adat Riau yang Sarat Makna Budaya

Kategori :