Bisitopenia: Waspadai Penurunan Dua Sel Darah Sekaligus, Kenali Gejala dan Penanganannya

Bisitopenia: Waspadai Penurunan Dua Sel Darah Sekaligus, Kenali Gejala dan Penanganannya

Bisitopenia terjadi saat dua jenis sel darah menurun, memicu risiko anemia, infeksi, dan perdarahan--

MEDIALAMPUNG.CO.IDBisitopenia adalah kondisi medis yang ditandai dengan menurunnya dua dari tiga jenis sel darah utama dalam tubuh, yakni sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. 

Meskipun terdengar sederhana, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Dalam dunia medis, bisitopenia bukanlah diagnosis akhir, melainkan petunjuk adanya gangguan pada produksi atau penghancuran sel darah.

Darah memiliki peran vital dalam menjaga fungsi organ tubuh. Sel darah merah mengangkut oksigen ke seluruh jaringan, sel darah putih melindungi tubuh dari infeksi, sedangkan trombosit membantu proses pembekuan darah saat terjadi luka. 

Jika dua dari sel darah ini menurun secara bersamaan, keseimbangan tubuh terganggu dan berbagai keluhan bisa muncul.

BACA JUGA:DANA Kaget Bagi-Bagi Saldo Hingga Rp150.000, Simak Cara Klaim dan Ketentuannya

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Bisitopenia

Dalam kondisi normal, sumsum tulang memproduksi ketiga jenis sel darah secara seimbang. Pada bisitopenia, produksi dua jenis sel menurun atau penghancurannya terjadi lebih cepat dibanding pembentukan. 

Kombinasi penurunan ini dapat berbeda pada setiap orang, misalnya sel darah merah dan trombosit yang rendah, atau sel darah putih dan trombosit yang berkurang.

Bisitopenia biasanya terdeteksi melalui pemeriksaan darah lengkap, yang menunjukkan kadar sel darah berada di bawah batas normal sesuai standar medis.

BACA JUGA:Keberanian Tiga Siswa SMPN Satap 2 Kalianda Diganjar Tabungan Pendidikan dari Bupati Egi

Gejala Bisitopenia Berdasarkan Jenis Sel Darah yang Menurun

Gejala bisitopenia sangat bergantung pada jenis sel darah yang terdampak. 

Karena melibatkan dua jenis sel sekaligus, keluhan yang muncul cenderung lebih kompleks dan bisa mencakup beberapa sistem tubuh sekaligus.

Penurunan sel darah merah menimbulkan gejala kekurangan oksigen, seperti kelelahan berkepanjangan, pusing, kulit pucat, sesak napas saat aktivitas ringan, dan detak jantung cepat atau tidak teratur.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: