PHK Meluas ke Sektor Non-Padat Karya, Industri Nasional dalam Tekanan Berat

Sabtu 17-05-2025,15:58 WIB
Reporter : Rinto Arius
Editor : Budi Setiawan

Angka ini memperlihatkan tren kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, terutama setelah sektor non-padat karya mulai terdampak secara signifikan.

Laporan terpisah dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga menunjukkan bahwa sebanyak 73.992 pekerja keluar dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dalam periode 1 Januari hingga 10 Maret 2025. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 40.683 pekerja telah mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT), yang menandakan bahwa mereka sudah tidak lagi memiliki hubungan kerja aktif.

Survei internal Apindo terhadap 350 perusahaan anggotanya pada 17–21 Maret 2025 mengidentifikasi beberapa faktor utama penyebab PHK massal. 

BACA JUGA:Bahan Alami Pengganti Bread Improver untuk Membuat Donat Tetap Empuk dan Mengembang

Penurunan permintaan menjadi faktor tertinggi (69,4%), diikuti oleh kenaikan biaya produksi (43,3%), perubahan regulasi ketenagakerjaan terutama terkait upah minimum (33,2%), serta tekanan dari produk impor (21,4%). 

Adopsi teknologi dan otomatisasi juga memberikan dampak tidak kecil dengan persentase 20,9%.

Situasi ini memperlihatkan bahwa tantangan industri nasional bukan hanya bersifat ekonomi, tetapi juga struktural dan regulatif. 

Jika tidak segera ditangani secara komprehensif, risiko kehilangan lebih banyak tenaga kerja di masa mendatang semakin besar, dan ini bisa berdampak luas terhadap stabilitas sosial dan ekonomi negara. (*)

Kategori :