Proses Pembuatan Ngelemang: Menghidupkan Nilai Gotong Royong
Pembuatan lemang membutuhkan kerjasama banyak orang.
Mulai dari mencari bambu berkualitas, mempersiapkan beras ketan dan santan, hingga membakar lemang dengan teknik khusus agar matang merata.
Proses tersebut melibatkan seluruh anggota keluarga, bahkan tetangga sekitar.
BACA JUGA:Pulau Kubur Lampung: Keindahan Tersembunyi yang Menawarkan Ketenangan Alam
Setiap orang memiliki peran masing-masing. Ada yang bertugas memilih dan membersihkan bambu, ada yang menyiapkan adonan ketan, sementara yang lain mengatur bara api dan memanggang bambu.
Saat proses berlangsung, tercipta suasana penuh keakraban, berbagi cerita, dan mempererat hubungan sosial di antara mereka.
Semangat gotong royong dalam ngelemang mengajarkan pentingnya kerja sama, saling tolong-menolong, serta menghargai peran setiap individu dalam mencapai tujuan bersama.
Proses yang panjang dan melelahkan ini justru menjadi momen berharga yang memperkuat ikatan sosial dalam komunitas.
BACA JUGA:Lamak Bana! 10 Lauk Nasi Padang yang Paling Nikmat, Favoritmu yang Mana?
Tantangan di Era Modern
Meski sarat makna, mempertahankan tradisi ngelemang di tengah arus modernisasi bukanlah hal yang mudah.
Gaya hidup masyarakat modern yang serba cepat dan praktis membuat kuliner tradisional seperti lemang mulai ditinggalkan.
Generasi muda cenderung memilih makanan instan yang lebih sederhana dalam proses pembuatan.
BACA JUGA:OJK Tetap Optimistis Meski Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI
Selain itu, keterbatasan fasilitas juga menjadi kendala. Membuat lemang membutuhkan ruang terbuka, bambu berkualitas, serta kayu bakar dalam jumlah cukup.