Hal ini tidak mudah ditemukan di daerah perkotaan, sehingga kegiatan ngelemang menjadi semakin jarang dilakukan.
Tekanan zaman yang menuntut kecepatan dan kepraktisan membuat tradisi yang membutuhkan waktu dan tenaga ekstra ini terpinggirkan.
Tanpa upaya pelestarian yang serius, ngelemang berisiko hilang dari kehidupan masyarakat Lampung.
BACA JUGA:Mental Breakdown: Tanda-tanda, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Peluang Pelestarian dan Pengembangan
Melestarikan ngelemang perlu dilakukan dengan pendekatan kreatif dan terintegrasi.
Salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah mengadakan festival ngelemang secara berkala di tingkat desa atau kabupaten.
Acara ini tidak hanya memperkenalkan tradisi kepada generasi muda, tetapi juga menarik minat wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya khas Lampung.
BACA JUGA:Tujuh Manfaat Jinten bagi Kesehatan Tubuh
Pendidikan berbasis budaya juga perlu diperkuat. Sekolah-sekolah dapat memasukkan tradisi kuliner lokal dalam kurikulum muatan lokal, sehingga anak-anak sejak dini mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri.
Pelatihan memasak lemang bisa menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang menarik.
Di sisi lain, pelaku pariwisata dapat mengemas pengalaman ngelemang menjadi bagian dari paket wisata budaya.
Wisatawan tidak hanya mencicipi lemang, tetapi juga diajak untuk terlibat dalam seluruh proses pembuatannya, mulai dari memilih bambu hingga memanggang lemang. Ini akan menjadi pengalaman otentik yang memberikan kesan mendalam.
BACA JUGA:Tari Melinting dari Lampung Timur: Sejarah, Makna, dan Gerakan
Menjaga Identitas Budaya
Ngelemang merupakan bagian yang sangat penting dari identitas budaya masyarakat Lampung Barat.