BACA JUGA:Diduga Hasil Curian Tiga Sepeda Motor di Amankan Polsek Jatiagung
Koordinator Data dan Informasi BMKG Raden Intan Lampung, Rudi Hariyanto, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini mendukung terbentuknya awan hujan di beberapa wilayah, termasuk Lampung.
“Dinamika atmosfer menunjukkan pola yang mendukung pembentukan awan hujan. MJO saat ini berada di Fase 3 (Samudera Hindia), yang memperkuat proses tersebut,” kata Rudi.
Selain itu, BMKG mencatat adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia selatan Jawa, yang menyebabkan daerah perlambatan angin atau konvergensi di beberapa wilayah, termasuk Laut Natuna hingga Laut Sulawesi.
Fenomena ini meningkatkan potensi hujan lebat di beberapa daerah.
BACA JUGA:Tidak Terima Jadi Tersangka, Kubu Hasto Kristiyanto Gugat Keabsahan Pemimpin KPK
BACA JUGA:Empat Tokoh Gelar Pertemuan Jelang Musda Partai Golkar Lampung
Lebih lanjut, suhu muka laut yang hangat berkisar 29°C hingga 31°C, dengan anomali positif 0,5°C hingga 1,0°C, serta kelembapan udara yang tinggi hingga 100 persen, menjadi faktor utama dalam pembentukan awan konvektif yang berpotensi membawa hujan deras.
Selain itu, BMKG juga memprediksi bahwa gelombang Ekuatorial Rossby akan melintasi wilayah Lampung mulai 27 Januari 2025, yang turut memperkuat proses pembentukan awan hujan.
Kemudian BMKG memperkirakan cuaca ekstrem masih akan melanda wilayah Provinsi Lampung hingga 31 Januari 2025.
Hampir seluruh kabupaten/kota di Lampung diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dengan intensitas yang bervariasi.
BACA JUGA:Peringatan Harlah Ke-102 NU dan Isra Mi'raj di Lampung: Momentum Memupuk Persatuan dan Harmoni
BACA JUGA:168 Personel Polisi Amankan Perayaan Imlek di Bandar Lampung
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir, terutama di daerah pesisir yang berpotensi terdampak pasang maksimum.
BMKG juga menyarankan agar aktivitas di wilayah pesisir dan pelabuhan dilakukan dengan lebih berhati-hati guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.