"Semoga keberhasilan ini dapat menjadi semangat dan motivasi untuk bisa berkembang lebih baik lagi dan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Provinsi Lampung," kata Gubernur.
Sementara itu, Kadis PMDT Provinsi Lampung Zaidirina dalam kesempatannya melaporkan bahwa implementasi program smart village di Provinsi Lampung telah mengalami perkembangan yang positif.
Hal tersebut terlihat dari pengguna aplikasi smart village dalam kerangka smart government, yang pada tahun 2021 sebanyak 563 desa didalamnya termasuk 130 desa lokus berkembang pada tahun 2022 ini sudah mencapai 1.792 desa dari 2.435 desa yang ada di Provinsi Lampung.
Zaidirina selanjutnya menyebutkan dalam perkembangan ekonomi kreatif melalui BUMDES dengan implementasi e-Samdes, saat ini telah beroperasi sebanyak 276 e-Samdes tersebar di Provinsi Lampung sejak launching pertama di tahun 2021.
BACA JUGA:Resmikan 5 LPM, Ini Harapan Pj Bupati Pringsewu
Zaidirina juga melaporkan bahwa di tingkat nasional, Provinsi Lampung telah meraih prestasi yang sangat membanggakan atas kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian desa PDTT yaitu Lomba Desa/ Kelurahan dan Lomba Teknologi Tepat Guna.
Provinsi Lampung mendapat Juara kedua Tingkat Nasional untuk Lomba Desa yang diraih oleh Kampung Bandar Agung Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah. Kemudian dalam lomba Teknologi Tepat Guna tingkat Nasional Provinsi Lampung meraih :
Juara satu untuk kategori Teknologi Tepat Guna Unggulan oleh Heri Irawan Yuli Sunaryo dari Kabupaten Tulang Bawang Barat Juara kedua untuk kategori Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna Berprestasi oleh ahtiar eko Sudarmono dari Kabupaten Lampung Tengah, Juara ketiga untuk kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna oleh Nurhadi dari Kabupaten Tulang Bawang.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada para juara lomba desa/kelurahan Tingkat Provinsi Lampung dan Lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Lampung.*