Ramadan
Pelantikan Kajari

Mengenal Sayyang Pattu'duq, Tradisi Kuda Menari Khas Mandar Sulawesi Barat

Mengenal Sayyang Pattu'duq, Tradisi Kuda Menari Khas Mandar Sulawesi Barat

Prosesi Sayyang Pattu'duq, tradisi Mandar yang menampilkan kuda menari saat perayaan khatam Al-Qur’an-Foto [email protected]

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Sayyang Pattu'duq merupakan salah satu tradisi budaya yang berasal dari masyarakat Mandar di wilayah Sulawesi Barat. Tradisi ini dikenal luas sebagai tari kuda menari, karena dalam prosesi pelaksanaannya menampilkan seekor kuda yang bergerak mengikuti irama musik seperti sedang menari.

Bagi masyarakat Mandar, Sayyang Pattu'duq tidak sekadar pertunjukan hiburan, tetapi juga memiliki makna religius dan sosial yang sangat penting.

Istilah Sayyang Pattu'duq berasal dari bahasa Mandar. Kata sayyang berarti kuda, sedangkan pattu'duq berarti menari. Secara keseluruhan, istilah tersebut menggambarkan seekor kuda yang bergerak mengikuti irama musik dengan gerakan yang menyerupai tarian. Keunikan gerakan inilah yang membuat tradisi ini sangat menarik untuk disaksikan.

Dalam kehidupan masyarakat Mandar, Sayyang Pattu'duq biasanya digelar sebagai bentuk penghormatan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan pembacaan Al-Qur’an atau yang sering disebut khatam Al-Qur’an. Bagi keluarga dan masyarakat, keberhasilan seorang anak dalam mempelajari kitab suci merupakan kebanggaan tersendiri. Oleh karena itu, mereka merayakannya dengan cara yang meriah melalui tradisi ini.

Pelaksanaan Sayyang Pattu'duq umumnya berlangsung pada saat perayaan Maulid Nabi, yaitu peringatan kelahiran Nabi Muhammad. Pada momen tersebut, masyarakat Mandar biasanya mengadakan berbagai kegiatan keagamaan seperti pembacaan shalawat, doa bersama, serta kegiatan sosial lainnya.

Di tengah rangkaian acara tersebut, prosesi Sayyang Pattu'duq menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan oleh masyarakat.

Sebelum prosesi dimulai, kuda yang akan digunakan terlebih dahulu dihias dengan berbagai perlengkapan yang indah. Hiasan tersebut biasanya terdiri dari kain berwarna cerah, manik-manik, serta berbagai aksesoris tradisional yang membuat penampilan kuda terlihat menarik.

Kuda yang dipilih pun biasanya adalah kuda yang sudah terbiasa mengikuti arak-arakan dan telah dilatih agar dapat bergerak sesuai dengan irama musik.

Di atas kuda yang telah dihias tersebut, seorang anak yang telah khatam Al-Qur’an akan duduk sebagai tokoh utama dalam arak-arakan. Anak tersebut mengenakan pakaian adat Mandar yang lengkap dan berwarna cerah. Penampilannya dibuat semeriah mungkin karena ia menjadi simbol keberhasilan dalam menuntut ilmu agama.

Dalam beberapa kesempatan, anak tersebut juga didampingi oleh seorang pengawal yang membantu menjaga keseimbangan selama perjalanan.

Prosesi arak-arakan biasanya dilakukan dengan cara mengelilingi kampung atau desa. Sepanjang perjalanan, rombongan akan diiringi oleh musik tradisional serta lantunan syair yang berisi pujian kepada Nabi Muhammad. Irama musik yang dimainkan membuat suasana menjadi meriah dan penuh kegembiraan.

Salah satu bagian paling menarik dari tradisi ini adalah gerakan kuda yang tampak mengikuti irama musik. Kuda akan melangkah dengan ritme tertentu sehingga terlihat seperti sedang menari. Gerakan tersebut tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari latihan yang dilakukan sebelumnya oleh pemilik atau pelatih kuda.

Selama arak-arakan berlangsung, masyarakat biasanya berkumpul di sepanjang jalan untuk menyaksikan prosesi tersebut. Mereka memberikan dukungan dan doa kepada anak yang diarak sebagai bentuk rasa bangga dan kebersamaan. Suasana yang tercipta biasanya sangat meriah karena hampir seluruh warga ikut merasakan kegembiraan dalam acara tersebut.

Selain menjadi bentuk perayaan keagamaan, Sayyang Pattu'duq juga memperlihatkan kekayaan seni dan budaya masyarakat Mandar. Tradisi ini menggabungkan berbagai unsur budaya seperti musik tradisional, busana adat, serta pertunjukan kuda yang unik. Perpaduan tersebut menjadikan Sayyang Pattu'duq sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki daya tarik tersendiri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: