Penyakit Ginjal dan Makanan Pedas, Ini Aturan Konsumsi yang Perlu Diketahui
Penderita penyakit ginjal tidak harus sepenuhnya menghapus makanan pedas dari menu harian, tetapi perlu menerapkan batasan yang jelas dan bijak. - Foto freepik--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Penyakit ginjal menuntut penderitanya untuk lebih selektif dalam memilih makanan sehari-hari. Salah satu jenis makanan yang sering menimbulkan dilema adalah makanan pedas.
Di tengah budaya kuliner Indonesia yang kaya akan sambal dan cabai, tidak sedikit penderita ginjal yang bertanya-tanya apakah rasa pedas masih aman dikonsumsi atau justru harus dihindari sepenuhnya demi menjaga kesehatan ginjal.
BACA JUGA:Mengenal Tari Cepet, Kesenian Tradisional Sukabumi yang Sarat Makna Ritual
Hubungan Makanan Pedas dengan Fungsi Ginjal
Rasa pedas umumnya berasal dari senyawa capsaicin yang terkandung dalam cabai. Senyawa ini sebenarnya tidak bersifat toksik dan tidak secara langsung menyebabkan kerusakan ginjal.
Pada individu dengan fungsi ginjal normal, capsaicin bahkan diketahui memiliki beberapa manfaat, seperti membantu metabolisme dan meningkatkan nafsu makan.
Namun, persoalan utama bagi penderita ginjal bukan terletak pada capsaicin semata, melainkan pada cara penyajian makanan pedas.
Banyak hidangan pedas mengandung garam tinggi, lemak berlebih, serta bahan tambahan lain yang dapat memberatkan kerja ginjal.
Dalam kondisi ginjal yang sudah terganggu, penyaringan zat-zat tersebut menjadi tidak optimal sehingga berisiko mempercepat penurunan fungsi ginjal.
BACA JUGA:DPRD Bandar Lampung Dorong Pembentukan Perumda Air Limbah untuk Tingkatkan Layanan Lingkungan
Apakah Penderita Ginjal Masih Boleh Makan Pedas?
Jawabannya bergantung pada tingkat keparahan penyakit ginjal yang dialami. Pada penderita gangguan ginjal tahap awal, konsumsi makanan pedas masih diperbolehkan selama dilakukan secara terbatas dan terkontrol. Artinya, penderita tetap bisa menikmati rasa pedas dalam porsi kecil dan tidak terlalu sering.
Namun, pada penderita penyakit ginjal kronis stadium lanjut, terutama yang sudah menjalani cuci darah, makanan pedas sebaiknya dibatasi secara ketat atau bahkan dihindari.
Hal ini karena makanan pedas sering memicu rasa haus berlebihan, sementara penderita ginjal biasanya memiliki batasan asupan cairan yang ketat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




