Ayam Paniki, Kuliner Pedas Khas Sulawesi Utara dengan Rempah Kuat

Ayam Paniki, Kuliner Pedas Khas Sulawesi Utara dengan Rempah Kuat

Ayam Paniki merupakan hidangan khas Sulawesi Utara yang terkenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan aroma rempah yang sangat kuat. -Foto Instagram@paonikan2025-

MEDIALAMPUNG.CO.IDAyam Paniki merupakan salah satu kuliner khas Sulawesi Utara yang dikenal dengan cita rasa pedas, gurih, dan aroma rempah yang sangat kuat.

Dalam tradisi aslinya, paniki merujuk pada olahan daging kelelawar.

Namun seiring perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang lebih luas, bahan utama tersebut kerap digantikan dengan daging ayam agar lebih mudah diterima dan tetap halal.

Meski menggunakan ayam, karakter rasa khas paniki tetap terjaga melalui penggunaan bumbu rempah yang melimpah serta teknik memasak tradisional Minahasa.

BACA JUGA:Mengenal Obat Diabetes Alami yang Membantu Menurunkan Gula Darah secara Bertahap dan Aman

Asal Usul dan Filosofi Kuliner

Masakan paniki berasal dari budaya kuliner Minahasa yang dikenal berani dalam memadukan bumbu dan cabai dalam jumlah besar.

Hidangan ini mencerminkan karakter masyarakat Sulawesi Utara yang tegas, terbuka, dan menyukai cita rasa kuat.

Ayam Paniki kerap disajikan dalam acara keluarga, perayaan adat, hingga jamuan kehormatan sebagai simbol kebersamaan, kehangatan, dan rasa syukur.

BACA JUGA:PAD Tak Capai Target Pemprov Lampung Pastikan Tunda Bayar 2025 Diselesaikan Tahun 2026

Ciri Khas Ayam Paniki

Ayam Paniki memiliki keunikan yang membedakannya dari olahan ayam lainnya. Rasa pedas menjadi dominan berkat penggunaan cabai rawit dan cabai merah yang melimpah.

Aroma harum rempah seperti serai, daun jeruk, dan daun pandan terasa kuat sejak proses memasak.

Tekstur daging ayam menjadi empuk karena dimasak perlahan hingga bumbu benar-benar meresap, sementara kuahnya kental dan berminyak, kaya rasa dari santan dan racikan bumbu halus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: