Ronggeng Ketuk: Seni Tradisional Banyumas yang Hidup di Tengah Masyarakat

Ronggeng Ketuk: Seni Tradisional Banyumas yang Hidup di Tengah Masyarakat

Ronggeng Ketuk merupakan warisan budaya Banyumas yang merefleksikan semangat kebersamaan dan keceriaan masyarakat. - Foto:Instagram@jailani9946--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan ragam budaya. Setiap daerah memiliki kesenian khas yang mencerminkan identitas masyarakatnya. 

Di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, terdapat kesenian rakyat yang masih bertahan hingga kini, yaitu Ronggeng Ketuk. 

Seni ini merupakan perpaduan antara tari, musik, dan hiburan rakyat yang tumbuh dari kehidupan pedesaan. 

Keberadaannya bukan hanya sekadar tontonan, melainkan juga sarana komunikasi sosial dan pewarisan budaya.

BACA JUGA:Soto Kudus: Legenda Kuliner Jawa Tengah yang Sarat Sejarah dan Filosofi

Jejak Awal Munculnya Ronggeng Ketuk

Nama ronggeng mengacu pada sosok penari perempuan yang menjadi pusat pertunjukan, sedangkan kata ketuk merujuk pada salah satu instrumen gamelan yang menghasilkan bunyi khas "tuk-tuk". Dari kombinasi keduanya lahirlah istilah Ronggeng Ketuk, yang mengacu pada sebuah pertunjukan tari tradisional dengan iringan musik sederhana.

Sejarah munculnya Ronggeng Ketuk diyakini berakar dari tradisi rakyat pada masa lalu. Awalnya, pertunjukan ini diadakan dalam pesta panen sebagai ungkapan syukur masyarakat atas hasil bumi. 

Dalam perkembangannya, ronggeng juga ditampilkan pada hajatan pernikahan, khitanan, hingga perayaan desa. Kesenian ini menjadi ruang berkumpulnya warga, tempat bercengkerama sekaligus hiburan yang bisa dinikmati bersama.

BACA JUGA:Pace Lari: Panduan Utama untuk Latihan yang Lebih Efektif dan Aman

Gambaran Pertunjukan

Ronggeng Ketuk biasanya dipentaskan di ruang terbuka, misalnya halaman rumah atau lapangan desa. 

Dalam pertunjukannya, satu atau lebih penari perempuan tampil menari dengan gerakan luwes, penuh senyum, dan iringan gamelan. 

Alat musik yang digunakan antara lain ketuk, kendang, gong, serta saron. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: