Kaum Hawa Pekon Sidodadi Terjun Perbaiki Badan Jalan

Kaum Hawa Pekon Sidodadi Terjun Perbaiki Badan Jalan

--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pasukan emak-emak, yang di komandoi Peratin Sidodadi, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Anilah Rahmayanti, melaksanakan rutinitas mingguan yakni gotong royong Jumat Bersih dengan melakukan pemeliharaan dan penataan lingkungan dan fasilitas umum seperti jalan.

Keterlibatan perempuan dalam gotong royong pekon di pekon itu merupakan tradisi dalam peran membantu kaum pria, sehingga kegiatan rutin masing-masing terap dapat berjalan mengingat semua Kepala Keluarga (KK) berprofesi sebagai petani.

Anilah mengatakan, gotong royong atau kerja menggunakan cangkul, arit dan peralatan pertanian, perkebunan oleh kaum hawa bukan sesuatu yang aneh dalam kehidupan masyarakat setempat. Lantaran memang profesi sehari-hari ya ke kebun kopi atau ke sawah.

Dan atas peran serta kaum perempuan dalam kegiatan pekon sebagaimana gotong royong rutin mingguan itu pihaknya mengucapkan terimakasih. 

BACA JUGA:Marak Aksi Pencurian di Lingkungan Pantau dan Heru, Warga Minta Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku

Sehingga semua fasilitas dapat terjaga dan digunakan walaupun sebagian besar masih belum tersentuh pembangunan permanen. 

Diakuinya, diintensifkan gotong royong terutama pemeliharaan badan jalan bukan semata-mata sebagai bentuk kebersamaan dan peran serta masyarakat dalam memelihara budaya yang merupakan warisan leluhur tersebut.

Melainkan betul-betul karena keutuhan yang mendasar untuk tidak menghentikan aktifitas warga, lantaran mayoritas akses jalan. 

Khususnya jalan utama pekon yang merupakan jalan kabupaten belum tersentuh pembangunan. 

BACA JUGA:Peringatan Hari Jadi ke-14, Pekon Manggarai Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama

Seperti dari Pekon Basungan sepanjang 7 Kilometer (KM) dan dari Pekon Batu Api sepanjang 4 KM masih berupa jalan tanah merah.

Dan ketika musim hujan seperti sekarang ini, tergerus air hujan, ketika tidak dirawat maka merusak badan jalan dengan ancaman tidak dapat dilintasi kendaraan. 

"Jika akses jalan tidak dapat dilintasi atau sulit dilalui dampaknya sangat besar seperti kenaikan kebutuhan dan terhambatnya pengeluaran hasil bumi," ujarnya.

Oleh sebab itu kata anilah selain upaya gotong royong penataan badan jalan yang dilakukan secara rutin pemerintah pun juga tak henti-hentinya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: