Peringati Hari Kemerdekaan RI Ke-78, KKI Lampung Barat Gelar CERDIS Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja

Peringati Hari Kemerdekaan RI Ke-78, KKI Lampung Barat Gelar CERDIS Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja

--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-78, Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Kabupaten Lampung Barat menggelar Ceramah dan Diskusi (CERDIS) Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Aula SMPN Satu Atap 2 Balik Bukit, Pemangku Umbul Jejawi, Pekon Bahway Kecamatan Balikbukit, Rabu (16/8/2023). 

Acara tersebut dibuka oleh Ketua KKI Kabupaten Lampung Barat Drs. Tono Suparman, serta diikuti oleh siswa kelas V dan VI SDN 2 Bahway, siswa SMPN Satu Atap 2 Balik Bukit, serta sebagian para orang tua yang ada di Pemangku Umbul Jejawi.

Dalam sambutannya, Ketua KKI Kabupaten Lampung Barat Tono Suparman mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk memberi bekal pengetahuan khususnya tentang kesehatan reproduksi dan seksual remaja. 

Ada tiga permasalahan remaja yang biasanya disebut Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) yaitu Kesehatan Reproduksi, HIV-AIDS, dan NAPZA (Narkotika, Psikotrofika, dan Zat Adiktif lainnya) serta Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).  

BACA JUGA:Dua Sekolah di Kaki Gunung Pesagi Jadi Lokasi KKI-PKBI Lampung Barat Menggelar Upacara Peringatan HUT RI Ke-78

“Semoga pengetahuan yang didapat hari ini dapat bermanfaat bagi anak/remaja dan ditularkan ke anak/remaja lainnya,” ungkap Tono.

Sementara itu, Wakil Ketua KKI Kabupaten Lampung Barat Drs. Sandarsyah mengungkapkan, pemateri berasal dari relawan dan pengurus PKBI Cabang Lampung Barat, dengan materi yaitu Pertumbuhan dan Perkembangan Seksualitas Remaja, Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja disampaikan oleh Tono Suparman serta NAPZA/Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya disampaikan oleh dirinya.

Dijelaskannya, maksud digelarnya kegiatan ini adalah untuk memberi pengetahuan terhadap anak/remaja tentang kesehatan reproduksi seksual di kalangan remaja. 

Seperti kita ketahui, permasalahan remaja saat ini adalah pergaulan bebas yang berakhir dengan pernikahan dini dan/atau aborsi. 

BACA JUGA:Lomba Hias Tumpeng Tambah Kemeriahan HUT RI di Sukau

Lalu penyalah gunaan Napza, yang sebagian besar memakai jarum suntik, yang rawan terjangkit HIV – AIDS. 

Selanjutnya persoalan lain adalah tingginya tingkat pernikahan dini.

“Di sisi lain para remaja hendaknya menjaga dan merawat alat kesehatan reproduksinya dengan baik agar tidak terkena Infeksi Menular Seksual (IMS) atau bahkan terjangkit HIV/AIDS,” ungkap dia. 

Disamping itu, lanjut Sandarsyah, para anak/remaja juga hendaknya menjauhi penyalahgunaan Narkoba. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: