Semiotika Kapal Jung Lampung, Wahana Bahtera Kehidupan Manusia

Semiotika Kapal Jung Lampung, Wahana Bahtera Kehidupan Manusia

Kain Pelepai Lampung motif Kapal Jung--

BACA JUGA:Mengatur Pola Tidur Saat Ramadhan

Sebagai Kedatuan Maritim terdapat lima pelabuhan utama yang merupakan akses awal dan bagi perniagaan di selatan Sumbagsel yakni Komering Minanga, pelabuhan Krui, pelabuhan Semaka, pelabuhan Tulang Bawang dan pelabuhan Balau. 

Selain merupakan simbol filosofis dalam adat, secara empirik Kapal Jung juga merupakan kekuatan bahari Kedatuan Srivijaya yang mengontrol selat sunda dan selat malaka pada masanya.

Secara semiotika Kapal Jung dalam Pelepai Lampung juga memiliki korelasi dalam terminologi Agama, Bahtera Nuh yang adalah merupakan kapal besar yang dibina oleh Nabiyullah Nuh bagi menyelamatkan makhluk Tuhan dari azabNya untuk para pendurhaka. 

BACA JUGA:Polsek Pesisir Tengah Amankan Petasan Saat Operasi Cempaka

Bahtera Nuh atau Noah Ark adalah bahtera yang mengantarkan Umat Manusia untuk berhijrah dari dunia lama menuju ke dunia baru, dari kebatilan menuju kepada kebajikan, dari kekacauan menuju kepada kedamaian serta dari keingkaran kepada keimanan. 

Nabiyullah Nuh adalah juga merupakan Abul Bashar atau Bapak Manusia yang kedua setelah Sayyidina Adam. 

BACA JUGA:Sungai Meluap, Puluhan Hektare Tanaman Padi Siap Panen di Suoh Terendam Banjir

Hal ini karena Tuhan telah mengazab manusia yang kufur padaNya dan menyelamatkan umat serta manusia yang beriman ke dalam Bahtera Nuh Alaihissalam. 

Ketiga putra Nuh akhirnya menurunkan tiga ras manusia di dunia yakni Sam menurunkan kulit putih/Eropid, Ham kulit hitam/Negroid dan Yafits kulit kuning/Asiatic.

 

Wallahu A'lam Bishawab..

Tabik Puuun..*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: