Nasi Bakar, Hidangan Tradisional Beraroma Daun Pisang yang Kian Populer
Nasi bakar dengan isian ayam suwir, dibungkus daun pisang dan dipanggang hingga harum--
Varian tongkol balado dan cumi hitam menghadirkan cita rasa laut yang kuat. Sementara nasi bakar jamur menjadi pilihan bagi penikmat menu nabati.
Beberapa pelaku usaha juga menghadirkan nasi bakar seafood dengan campuran udang dan cumi berbumbu rempah. Kreasi ini menambah kekayaan rasa dalam satu sajian.
BACA JUGA:DPRD Bandar Lampung: Hiburan Malam Tutup, Rumah Makan Diatur Selama Ramadan
Dari Tradisional ke Kekinian
Dalam beberapa tahun terakhir, nasi bakar mengalami inovasi mengikuti selera pasar. Muncul varian seperti nasi bakar rendang, sambal matah, hingga tuna mayo.
Ada pula nasi bakar dengan tambahan keju mozzarella atau saus blackpepper. Meski tampil modern, penggunaan daun pisang tetap dipertahankan sebagai ciri khas.
Kemasan kini lebih praktis dengan box makanan, tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya. Hal ini membuat nasi bakar cocok dipasarkan oleh UMKM maupun restoran besar.
Nilai Gizi dan Sosial
Nasi bakar mengandung karbohidrat dari nasi serta protein dari lauk isian. Rempah-rempah yang digunakan juga menyumbang aroma sekaligus manfaat kesehatan.
Di sisi lain, nasi bakar kerap hadir dalam acara keluarga, hajatan, hingga kegiatan luar ruang. Praktis dan mudah dibawa, hidangan ini menjadi simbol kebersamaan dalam budaya makan masyarakat Indonesia.
Dengan perpaduan rasa, aroma, dan nilai budaya, nasi bakar terus bertahan sebagai ikon kuliner Nusantara. Inovasi yang berkembang membuatnya tetap relevan di tengah tren makanan modern.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
