MEDIALAMPUNG.CO.ID - Ratusan massa yang mengatasnamakan Triga Lampung kembali menggelar aksi demonstrasi di ibu kota pada Rabu, 22 April 2026.
Aksi dimulai dengan konvoi puluhan kendaraan, mulai dari bus hingga kendaraan pribadi, menuju Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Kehadiran massa menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan.
Aksi ini juga menarik perhatian publik karena diwarnai berbagai atribut seperti spanduk, teatrikal, serta mobil komando dengan pengeras suara berdaya tinggi.
BACA JUGA:Bursa Ketua KONI Lampung Barat Menghangat, Parosil Isyaratkan Tak Maju Lagi
Aksi tersebut merupakan bagian dari komitmen Triga Lampung untuk terus melakukan demonstrasi secara berkelanjutan di Gedung Merah Putih KPK hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Dalam orasinya, Suadi Romli menegaskan bahwa aksi ini merupakan desakan agar KPK segera mengusut dugaan kasus korupsi di Provinsi Lampung.
Ia meminta aparat penegak hukum bertindak cepat terhadap pihak-pihak yang dinilai merugikan negara dan masyarakat.
Isu utama yang diangkat berkaitan dengan dugaan penyimpangan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, khususnya rehabilitasi dan renovasi Madrasah PHTC yang dikelola Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) melalui Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Lampung Tahun Anggaran 2025/2026.
BACA JUGA:Comeback Persis Solo Hentikan Tren Positif Bhayangkara FC
Proyek tersebut terbagi dalam dua wilayah. Lampung 2 memiliki nilai anggaran Rp21,3 miliar yang mencakup Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Tengah, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, dan Mesuji.
Sementara Lampung 3 memiliki anggaran Rp33,2 miliar untuk wilayah Pesisir Barat dan Lampung Barat.
Koordinator lapangan aksi, Indra Mustain, memaparkan adanya dugaan ketidaksesuaian antara realisasi pekerjaan dengan spesifikasi teknis serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Ia bahkan menunjukkan dokumen dan data di atas mobil komando sebagai bentuk transparansi.
BACA JUGA:FBBMP Dikukuhkan, Buruh Pelabuhan Panjang Siap Perjuangkan Hak