Panduan Aman Membuat Susu Formula Bayi agar Nutrisi Tetap Optimal dan Higienis

Jumat 10-04-2026,18:25 WIB
Reporter : Apriyanti
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Susu formula menjadi salah satu alternatif penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, khususnya bagi orang tua yang menghadapi kendala dalam pemberian ASI. Meski praktis, proses penyiapannya tidak boleh dilakukan sembarangan. Kesalahan dalam membuat susu formula dapat menurunkan kandungan gizi, bahkan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti infeksi dan masalah pencernaan akibat kontaminasi bakteri.

Dalam praktiknya, pembuatan susu formula harus mengutamakan kebersihan, ketepatan takaran, serta penggunaan air dengan suhu yang sesuai. Hal ini penting karena sistem kekebalan tubuh bayi masih belum sempurna, sehingga sangat rentan terhadap paparan mikroorganisme berbahaya. Setiap tahapan harus dilakukan dengan teliti agar keamanan dan kualitas susu tetap terjaga.

Langkah awal yang wajib diperhatikan adalah memastikan tangan dalam kondisi bersih. Mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir sebelum menyentuh peralatan maupun bahan merupakan prosedur dasar yang tidak boleh diabaikan. Selanjutnya, seluruh perlengkapan seperti botol susu, dot, tutup botol, hingga sendok takar harus dipastikan steril. Sterilisasi dapat dilakukan dengan merebus peralatan dalam air mendidih selama beberapa menit atau menggunakan alat khusus.

Penggunaan air juga menjadi faktor krusial. Air harus direbus hingga benar-benar mendidih untuk memastikan bebas dari kuman. Setelah itu, air didiamkan hingga mencapai suhu sekitar 70°C. Suhu ini dinilai efektif membantu membunuh bakteri yang mungkin terdapat dalam bubuk susu formula tanpa merusak kandungan nutrisinya.

Saat proses pencampuran, air harus dituangkan terlebih dahulu ke dalam botol sesuai takaran yang dianjurkan. Setelah itu, bubuk susu ditambahkan menggunakan sendok takar khusus yang tersedia dalam kemasan. Takaran harus tepat, tidak boleh berlebih atau kurang, karena dapat memengaruhi keseimbangan nutrisi serta membebani fungsi ginjal bayi.

Setelah bubuk susu dimasukkan, botol ditutup rapat lalu dikocok perlahan hingga tercampur sempurna tanpa gumpalan. Tahap berikutnya adalah mendinginkan susu hingga mencapai suhu aman sebelum diberikan. Cara sederhana untuk memastikan suhu yang tepat adalah dengan meneteskan susu di pergelangan tangan; jika terasa hangat, maka susu sudah siap diminum.

Selain proses pembuatan, orang tua juga perlu memahami kesalahan umum yang sering terjadi. Penggunaan air yang tidak matang sempurna, menyimpan susu terlalu lama pada suhu ruang, atau memanaskan ulang susu sisa merupakan praktik yang berisiko tinggi. Susu formula yang sudah dibuat sebaiknya segera dikonsumsi. Jika harus disimpan, ikuti batas waktu yang dianjurkan agar kualitas tetap terjaga.

Penyimpanan susu bubuk juga tidak kalah penting. Kemasan harus selalu tertutup rapat dan disimpan di tempat kering serta tidak lembap. Paparan udara terbuka dalam waktu lama dapat menurunkan kualitas susu sekaligus meningkatkan risiko kontaminasi.

Pada akhirnya, pembuatan susu formula bukan sekadar rutinitas harian, melainkan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Ketelitian, kebersihan, dan kedisiplinan dalam mengikuti petunjuk menjadi kunci utama agar bayi memperoleh asupan nutrisi yang aman, seimbang, dan berkualitas di masa awal kehidupannya.(*)

Kategori :