Target Tutup 13 PLTD, Prabowo Percepat Transisi Energi Nasional ke Energi Bersih
Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan menutup 13 titik Pembangkit Listrik Bertenaga Diesel (PLTD) dalam rangka transisi ke energi terbarukan. Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah mempercepat langkah transisi energi nasional dengan menargetkan penutupan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa langkah tersebut berjalan seiring dengan program listrifikasi nasional sebesar 100 gigawatt (GW) yang ditargetkan tercapai dalam dua tahun ke depan. Program ini menjadi fondasi utama transformasi energi Indonesia dari sumber berbasis fosil menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pemerintah menilai penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel selama ini menjadi salah satu penyumbang tingginya konsumsi BBM nasional. Karena itu, seluruh pembangkit diesel milik PLN akan dihentikan operasinya secara bertahap dan digantikan dengan sistem kelistrikan berbasis energi baru dan terbarukan.
Langkah penghentian PLTD diproyeksikan mampu menghemat konsumsi BBM hingga sekitar 200 ribu barel per hari. Efisiensi ini dinilai signifikan, mengingat Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak setiap hari untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
Kebijakan tersebut juga menjadi upaya pemerintah dalam mengurangi tekanan terhadap neraca energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi jangka panjang. Dengan berkurangnya ketergantungan pada diesel dan solar, diharapkan pengeluaran negara untuk impor energi dapat ditekan secara bertahap.
Program listrifikasi 100 GW tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas listrik nasional, tetapi juga mempercepat elektrifikasi berbagai sektor ekonomi. Pemerintah optimistis penguatan kapasitas pembangkit berbasis energi bersih akan membawa Indonesia menuju swasembada energi dan menekan impor BBM secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Sejalan dengan agenda tersebut, pemerintah juga mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik serta industri baterai nasional. Penguatan sektor energi masa depan dinilai penting agar transisi energi berjalan seimbang antara kebutuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kemandirian nasional.
Transformasi energi ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam menghadapi dinamika global, terutama di tengah ketidakpastian harga minyak dunia dan meningkatnya tuntutan penggunaan energi ramah lingkungan. Percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan diyakini menjadi kunci menjaga stabilitas energi Indonesia di masa depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
