Muhtadi juga menambahkan bahwa peningkatan kasus campak saat ini tidak lepas dari dampak pandemi COVID-19 pada periode 2019 hingga 2022, yang sempat menghambat pelaksanaan imunisasi rutin.
“Akibatnya, masih terdapat anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap, ditambah adanya keraguan masyarakat akibat informasi yang tidak akurat,”pungkasnya.