MEDIALAMPUNG.CO.ID - Meningkatnya aktivitas masyarakat selama arus mudik dan perayaan Lebaran menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandar Lampung.
Kondisi ini dinilai berpotensi memicu penyebaran penyakit menular, terutama seiring dengan bertambahnya kasus campak di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengungkapkan bahwa tingginya mobilitas saat Lebaran dapat memperbesar risiko penularan, khususnya pada anak-anak yang belum memperoleh imunisasi lengkap.
“Ia menegaskan bahwa perlindungan melalui vaksinasi menjadi kunci penting dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut,”ucapnya, Minggu 22 Maret 2026.
BACA JUGA:Lonjakan Pemudik Lebaran 2026, Puluhan Ribu Penumpang Padati Kereta Api di Tanjung karang
Sebagai langkah antisipasi, Diskes memperkuat sistem pemantauan penyakit serta meningkatkan respons cepat terhadap temuan kasus.
Deteksi dini dilakukan secara aktif melalui puskesmas dan jaringan layanan kesehatan lainnya, dengan dukungan pelaporan berbasis aplikasi serta investigasi epidemiologi untuk memutus rantai penularan.
Selain pengawasan, upaya percepatan imunisasi juga terus digencarkan. Program vaksinasi campak-rubella (MR) rutin dilaksanakan dan diperluas melalui kegiatan sweeping bulanan.
Sasaran utama meliputi bayi usia 9 bulan, anak usia 18 bulan, hingga siswa kelas 1 sekolah dasar. Bagi anak yang belum lengkap imunisasinya, tersedia program kejar hingga usia 59 bulan.
BACA JUGA:H+2 Lebaran, Polresta Bandar Lampung Perketat Pengamanan Objek Wisata
“Untuk memudahkan akses masyarakat, pelayanan imunisasi kini tersedia di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, posyandu, klinik, praktek dokter mandiri, hingga rumah sakit,”sambungnya.
Di sisi edukasi, Diskes mengajak masyarakat lebih waspada terhadap gejala campak seperti demam, batuk, pilek, munculnya ruam pada kulit, serta mata merah. Orang tua diimbau segera melengkapi imunisasi anak dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama saat berkumpul dalam perayaan Lebaran.
Tantangan lain yang dihadapi adalah maraknya informasi tidak benar terkait vaksinasi. Untuk mengatasi hal ini, Diskes menggandeng berbagai pihak seperti sektor pendidikan, Kementerian Agama, organisasi PKK, serta tokoh masyarakat guna memberikan pemahaman yang tepat kepada publik.
Dalam penanganan kasus, pasien campak diberikan perawatan sesuai standar medis, termasuk pemberian vitamin A dosis tinggi dan penerapan isolasi guna mencegah penularan lebih luas.
BACA JUGA:Polresta Bandar Lampung Kerahkan 332 Personel Amankan Salat Idul Fitri 1447 H