Kenali Ruptur Jantung, Kondisi Darurat yang Bisa Terjadi Mendadak

Selasa 24-02-2026,15:51 WIB
Reporter : Apriyanti
Editor : Budi Setiawan

Beberapa kondisi diketahui dapat meningkatkan risiko ruptur jantung. Serangan jantung pertama yang berat dan tidak segera ditangani menjadi faktor utama. Usia lanjut juga meningkatkan kerentanan karena elastisitas jaringan jantung menurun.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol memperbesar tekanan pada dinding jantung. Selain itu, keterlambatan terapi pembukaan sumbatan pembuluh darah setelah serangan jantung dapat memperluas area kerusakan otot jantung. Trauma dada berat akibat kecelakaan, infeksi otot jantung, serta peradangan tertentu juga dapat memicu robekan pada struktur jantung.

Pasien yang terlambat mendapatkan pertolongan medis saat mengalami gejala serangan jantung memiliki risiko komplikasi yang jauh lebih tinggi.

BACA JUGA:Dinkes Bandar Lampung Perluas Skrining HIV, Fokus pada Kelompok Berisiko

Gejala yang Harus Diwaspadai

Ruptur jantung biasanya ditandai dengan perburukan kondisi secara tiba-tiba. Nyeri dada hebat yang tidak membaik, sesak napas berat, serta penurunan tekanan darah secara mendadak menjadi tanda bahaya yang harus segera ditangani.

Detak jantung yang cepat atau tidak teratur, pingsan, hingga hilang kesadaran dapat terjadi dalam waktu singkat.

Tanda-tanda syok seperti kulit pucat, dingin, dan berkeringat juga sering menyertai. Karena perkembangan gejalanya sangat cepat, setiap menit sangat menentukan keselamatan pasien.

BACA JUGA:Satgas Pangan dan Pemkot Bandar Lampung Sidak Pasar, Temukan Harga Melebihi Ketentuan

Proses Diagnosis

Dalam kondisi darurat, dokter akan segera melakukan evaluasi klinis menyeluruh. Pemeriksaan elektrokardiogram digunakan untuk melihat aktivitas listrik jantung dan mendeteksi gangguan yang terjadi.

Ekokardiografi menjadi alat diagnostik utama karena mampu mendeteksi adanya cairan di sekitar jantung serta gangguan struktur akibat robekan.

Pada kondisi tertentu dan bila keadaan pasien memungkinkan, pemeriksaan pencitraan tambahan dapat dilakukan untuk memastikan lokasi dan tingkat keparahan ruptur.

BACA JUGA:Dishub Bandar Lampung Uji Operasional Angkot Lama Bangkitkan Layanan Transportasi Kota

Penanganan Medis

Ruptur jantung hampir selalu membutuhkan tindakan operasi darurat untuk menutup robekan pada dinding jantung.

Kategori :