Mengenal Ictus Cordis Lebih Dalam: Denyut Jantung yang Terasa dari Dada dan Makna Klinisnya

Mengenal Ictus Cordis Lebih Dalam: Denyut Jantung yang Terasa dari Dada dan Makna Klinisnya

Ictus cordis merupakan denyut jantung yang dapat diraba dari dinding dada akibat kontraksi apeks jantung. -Foto Freepik.com-

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Tidak banyak orang menyadari bahwa denyut jantung dalam kondisi tertentu dapat diraba langsung dari permukaan dada.

Fenomena ini dikenal dalam dunia medis sebagai ictus cordis, yakni titik pada dinding dada tempat impuls jantung paling jelas terasa saat organ tersebut berkontraksi.

Pada sebagian orang, ictus cordis merupakan kondisi fisiologis yang normal. Namun, perubahan pada lokasi, luas, atau kekuatan denyutnya dapat menjadi petunjuk penting mengenai kondisi kesehatan jantung.

Karena itu, memahami ictus cordis secara menyeluruh membantu membedakan mana kondisi yang wajar dan mana yang memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.

BACA JUGA:Infinix Note 60 Pro: Pecah Rekor Pakai Snapdragon, Tapi Harganya Bikin Kaget

Apa Itu Ictus Cordis?

Ictus cordis adalah pantulan gerakan ujung jantung atau apeks ke dinding dada saat jantung memompa darah.

Setiap kali jantung berkontraksi, apeks terdorong ke depan dan menyentuh dinding dada bagian kiri. Sentuhan inilah yang menimbulkan sensasi denyut yang bisa diraba dari luar.

Secara anatomi, pada orang dewasa sehat, ictus cordis biasanya teraba di ruang antar tulang rusuk kelima, sedikit ke kiri garis tengah dada atau sekitar garis midklavikula kiri. Letaknya dapat sedikit bervariasi tergantung postur tubuh, bentuk dada, hingga kondisi individu.

BACA JUGA:Utang Pinjol Tidak Hangus 90 Hari: Ini Fakta, Risiko, dan Aturan Penagihannya

Mengapa Denyut Jantung Bisa Teraba?

Jantung adalah organ otot yang bekerja secara ritmis untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Saat bilik kiri berkontraksi dan mendorong darah ke aorta, apeks jantung bergerak dan menekan dinding dada. Tekanan inilah yang terasa sebagai ictus cordis.

Denyut jantung lebih mudah diraba pada individu dengan indeks massa tubuh rendah, dinding dada tipis, atau saat berbaring miring ke kiri. Setelah aktivitas fisik atau ketika detak jantung meningkat karena emosi dan olahraga, ictus cordis juga bisa terasa lebih jelas.

Dalam kondisi normal, denyut ini terlokalisasi pada satu titik kecil, tidak melebar, tidak terlalu kuat atau menghentak, serta teratur mengikuti irama jantung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: