Cuaca Ekstrem Terjang Bandar Lampung, Pohon Tumbang dan Tembok Sekolah Ambruk

Senin 23-02-2026,14:53 WIB
Reporter : Arif Setiawan
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Bandar Lampung pada Minggu malam 22 Februari 2026, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi serta robohnya tembok sebuah sekolah.

Kepala Pelaksana BPBD Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem memicu rangkaian insiden dalam waktu berdekatan. 

“Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana bersama unsur gabungan segera diterjunkan untuk melakukan penanganan di lapangan,”ujar Idham Senin 23 Februari 2025.

Peristiwa pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.39 WIB di Jalan WR Supratman Gang Beringin 2, Kelurahan Talang, Kecamatan Teluk Betung Selatan. 

BACA JUGA:Bandar Lampung Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah Kasus Baru HIV hingga 2030

Sebatang pohon kelapa berdiameter sekitar 50 sentimeter tumbang dan menimpa sebuah mobil yang sedang terparkir, menyebabkan kerusakan pada bagian atap kendaraan, Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sekitar satu jam kemudian, pohon randu berdiameter kurang lebih dua meter tumbang di ruas jalan kawasan Pasar Tamin, Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjung Karang Barat.

Tiga bangunan ruko terdampak setelah tertimpa batang pohon hingga bagian atap mengalami kerusakan, Insiden ini juga dilaporkan tanpa korban.

“Petugas segera berkoordinasi dengan aparat kecamatan, kelurahan, serta unsur terkait untuk mempercepat proses evakuasi dan memastikan area terdampak dalam kondisi aman,”sambungnya.

BACA JUGA:Majelis Bahagia di Panjang, Ratusan Jamaah Sambut Ramadhan Penuh Ampunan

Cuaca ekstrem kembali menimbulkan dampak sekitar pukul 21.20 WIB di Jalan Bahari IV, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang. Tembok SD Negeri 3 Bandar Lampung dilaporkan roboh setelah diterpa angin kencang. 

Di lokasi yang sama, pohon salam tumbang dan mengenai jaringan listrik serta sebagian dinding sekolah dengan tingkat kerusakan sedang.

Seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Penanganan dilakukan bersama unsur kecamatan, aparat setempat, serta pihak PLN guna memastikan kondisi lingkungan kembali aman.

“Pemerintah daerah menghimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu kedepan,” pungkasnya.

Kategori :