Teleskop OZT–ALTS Itera Jadi Model Global, Delegasi RCMC Arab Saudi Lakukan Evaluasi

Senin 09-02-2026,19:06 WIB
Reporter : Dedi Andrian
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Delegasi Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) Kerajaan Arab Saudi meninjau langsung pemanfaatan Teleskop Ofyar Z Tamin (OZT)–Astelco Lunar Telescope System (ALTS) di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Lampung Selatan, Senin (9 Februari 2026).

Kunjungan ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan teleskop hibah Pemerintah Arab Saudi yang telah beroperasi sejak 2021 dan dikelola Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL).

Delegasi RCMC mengapresiasi keberhasilan Itera dalam mengoptimalkan teleskop untuk pengamatan bulan. Data dan riset yang dihasilkan dinilai signifikan serta berpotensi menjadi model pengembangan teleskop serupa di negara lain.

Beberapa lokasi yang dipertimbangkan sebagai replikasi model ini antara lain Selandia Baru dan Hawai, yang memiliki karakteristik geografis mendukung pengamatan astronomi.

BACA JUGA:Jembatan Gantung Jadi Solusi Cepat Way Bungur, Pembangunan Permanen Dilaksanakan Pemerintah Pusat

Delegasi RCMC dipimpin Chief Program Management Officer, Saad Al Wabel, bersama tim ahli astronomi. Rombongan diterima di Aula Gedung Training Center Itera.

Agenda utama kunjungan diisi diskusi terkait pemanfaatan fasilitas, pengembangan riset, serta arah keberlanjutan program teleskop OZT–ALTS.

Diskusi menghadirkan Ahli Astronomi ITB sekaligus mantan Kepala OAIL Itera, Dr. Hakim L. Malasan, serta dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera, Dr. Robiatul Muztaba.

Saad Al Wabel menyampaikan bahwa evaluasi mencakup kondisi fasilitas, lingkungan operasional, dan kesinambungan manfaat program secara global.

BACA JUGA:Tradisi Ngarengkong Kasepuhan Banten Kidul, Ritual Syukur Panen Penuh Kebersamaan

Ia mengapresiasi komitmen Itera dalam menjaga dan memanfaatkan teleskop, meski belum terikat kerja sama formal secara langsung dengan pihak RCMC.

Menurut Saad, teleskop OZT–ALTS yang berfokus pada pengamatan bulan tidak hanya berfungsi untuk penentuan awal bulan hijriah atau rukyat hilal.

Lebih dari itu, pengembangan riset astronomi dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan umat Islam melalui pendekatan sains.

“Integrasi ilmu pengetahuan dan kehidupan keagamaan menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban Islam yang lebih maju dan inklusif,” ujar Saad.

BACA JUGA:Ritual Kampung Pulo, Harmoni Islam dan Tradisi Leluhur di Danau Cangkuang

Kategori :