Keberlangsungan ritual Kampung Pulo hingga saat ini tidak lepas dari peran para sesepuh adat.
Mereka menjadi penjaga nilai, penutur sejarah, sekaligus pengarah pelaksanaan tradisi. Melalui lisan dan teladan hidup, nilai-nilai adat diturunkan kepada generasi muda.
Pendidikan adat ini berlangsung secara alami dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ritual tidak terasa sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari identitas diri.
BACA JUGA:Ombudsman RI Beri Predikat Baik, Pelayanan Publik Lampung Selatan Dinilai Berkualitas
Ritual Kampung Pulo pada akhirnya menjadi cermin kearifan lokal masyarakat Sunda yang mampu menyelaraskan agama, tradisi, dan sejarah.
Di tengah perubahan zaman, Kampung Pulo membuktikan bahwa modernitas tidak harus menghapus akar budaya.
Justru dengan menjaga ritual dan adat istiadat, masyarakat Kampung Pulo mempertahankan jati diri sekaligus menunjukkan bahwa harmoni antara Islam dan tradisi leluhur dapat terwujud secara damai dan bermakna.
Warisan inilah yang menjadikan Kampung Pulo bukan sekadar destinasi wisata budaya, tetapi juga ruang hidup yang sarat nilai spiritual dan kemanusiaan.(*)