Ritual Kampung Pulo, Harmoni Islam dan Tradisi Leluhur di Danau Cangkuang

Senin 09-02-2026,16:40 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Namun, di balik pelaksanaan ritual Islam tersebut, terdapat pula unsur tradisi lokal yang memberi warna khas. 

Misalnya, dalam kegiatan ziarah ke makam leluhur, warga Kampung Pulo melakukannya dengan niat mendoakan arwah pendahulu, bukan menyembah atau meminta sesuatu. 

Ziarah ini dipandang sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan asal-usul, sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan doa bagi orang yang telah wafat.

Ritual adat juga terlihat dalam peringatan waktu-waktu tertentu yang dianggap penting, seperti bulan Maulid atau momentum panen. 

BACA JUGA:Zaskia Adya Mecca Menolak Semua Job Saat Puasa

Pada saat-saat tersebut, warga berkumpul untuk berdoa bersama, membaca selawat, dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan. 

Tradisi ini menunjukkan bahwa nilai mistisisme di Kampung Pulo tidak berdiri sendiri, melainkan telah menyatu dengan konsep tauhid. 

Unsur mistis lebih dimaknai sebagai simbol spiritual dan penghormatan terhadap alam serta leluhur, bukan praktik yang bertentangan dengan ajaran agama.

Kehadiran Candi Cangkuang yang berlatar Hindu turut memperkaya makna ritual Kampung Pulo. 

BACA JUGA:4 Sabun Wardah Terjangkau untuk Kulit Cerah Bebas Kusam

Meski berbeda keyakinan, warga Kampung Pulo memandang candi tersebut sebagai bagian dari sejarah dan warisan budaya yang patut dijaga. Sikap ini mencerminkan toleransi dan kearifan lokal yang tinggi. 

Ritual Kampung Pulo tidak pernah bertujuan menghidupkan kembali ajaran Hindu, tetapi menempatkan candi sebagai simbol perjalanan sejarah panjang masyarakat setempat. 

Penghormatan terhadap candi dilakukan dalam konteks pelestarian budaya, bukan praktik keagamaan.

Nilai kebersamaan menjadi roh utama dalam setiap ritual Kampung Pulo. Hampir seluruh kegiatan adat dilakukan secara gotong royong, mulai dari persiapan acara, pelaksanaan ritual, hingga pembersihan lingkungan. 

BACA JUGA:Cireng Peuas, Camilan Sunda Pedas yang Tetap Digemari

Pola ini menanamkan rasa tanggung jawab kolektif dan mempererat hubungan antar warga. Ritual tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga alat sosial untuk menjaga harmoni dan keseimbangan hidup bermasyarakat.

Kategori :