Ritual Kampung Pulo, Harmoni Islam dan Tradisi Leluhur di Danau Cangkuang

Senin 09-02-2026,16:40 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, Kampung Pulo di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tampil sebagai contoh nyata bagaimana tradisi leluhur dapat bertahan tanpa menafikan nilai-nilai agama. 

Kampung adat kecil yang terletak di tengah Danau Cangkuang ini dikenal bukan hanya karena keunikan rumah adat dan kedekatannya dengan Candi Cangkuang, tetapi juga karena ritual dan adat istiadatnya yang sarat makna. 

Ritual Kampung Pulo mencerminkan perpaduan harmonis antara ajaran Islam dan penghormatan terhadap leluhur, sebuah warisan budaya yang dijaga secara turun-temurun.

Kampung Pulo dihuni oleh keturunan Eyang Embah Dalem Arif Muhammad, seorang tokoh penyebar Islam di wilayah tersebut. 

BACA JUGA:Pemandian Air Panas Tirta Sanita Bogor, Tempat Relaksasi Alami Dekat Jakarta

Sejak awal berdirinya, kampung ini telah mengembangkan sistem adat yang kuat dan mengikat seluruh warganya. 

Adat tersebut tidak hanya mengatur pola hidup sehari-hari, tetapi juga menjadi pedoman dalam pelaksanaan ritual keagamaan dan tradisi sosial. 

Keunikan Kampung Pulo terletak pada kemampuannya merawat nilai-nilai spiritual Islam tanpa menghapus sepenuhnya unsur tradisi leluhur yang telah lebih dahulu hidup di masyarakat Sunda.

Salah satu ciri utama ritual Kampung Pulo adalah kesederhanaan dan kepatuhan terhadap aturan adat. 

BACA JUGA:Denada Fokus Masa Depan Anak, Siapkan Warisan untuk Ressa dan Aisha

Warga kampung memegang sejumlah larangan atau pamali, seperti tidak diperbolehkannya menambah atau mengurangi jumlah bangunan rumah adat. 

Jumlah rumah di Kampung Pulo tetap tujuh unit, ditambah satu musala, dan ketentuan ini tidak boleh dilanggar. 

Pamali tersebut bukan sekadar aturan fisik, melainkan bagian dari ritual hidup yang menanamkan nilai ketaatan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap amanah leluhur.

Dalam kehidupan spiritual, ritual Kampung Pulo sangat kental dengan nuansa Islam. Aktivitas keagamaan seperti salat berjemaah, pengajian, dan peringatan hari besar Islam dilaksanakan secara rutin. 

BACA JUGA:Bukit Tranggulasih, Panorama Banyumas dari Ketinggian Alam Terbuka

Kategori :