Menanggapi posisi Lampung yang masih berada pada peringkat ketujuh tertinggi tingkat kemiskinan nasional, Mulyadi menilai masih dibutuhkan pemahaman literasi yang lebih baik dalam membaca data.
Menurutnya, penilaian kinerja penurunan kemiskinan seharusnya dilihat dari laju percepatan penurunan atau growth, bukan semata-mata dari angka dasar kemiskinan.
“Yang perlu dilihat itu adalah percepatan penurunannya. Jangan hanya melihat basis awal angka kemiskinan,” pungkasnya.