Faktor lingkungan turut memengaruhi kondisi ini. Paparan udara dingin, cuaca kering, atau terlalu lama berada di ruangan ber-AC dapat menurunkan kelembapan kulit telinga.
Selain itu, reaksi alergi terhadap produk perawatan rambut, sabun, atau aksesori telinga juga dapat memicu kulit telinga menjadi kering dan mengelupas.
Pada beberapa kasus, telinga kering berkaitan dengan penyakit kulit seperti eksim, dermatitis seboroik, atau psoriasis. Kondisi ini biasanya ditandai dengan peradangan, sisik tebal, serta kekambuhan yang berulang.
Infeksi jamur atau bakteri pada telinga luar juga dapat menimbulkan gejala serupa yang disertai rasa gatal dan ketidaknyamanan.
BACA JUGA:Wisata Candi Cangkuang, Jejak Peradaban Hindu di Tengah Danau Garut
Tanda dan Gejala yang Perlu Diperhatikan
Telinga kering dan mengelupas umumnya disertai rasa gatal, sensasi perih, dan perubahan warna kulit menjadi kemerahan.
Pada kondisi tertentu, pengelupasan bisa semakin parah hingga menimbulkan luka kecil atau iritasi.
Apabila keluhan disertai nyeri hebat, pembengkakan, keluarnya cairan berbau, atau gangguan pendengaran, kondisi ini tidak boleh diabaikan dan perlu segera mendapatkan penanganan medis.
BACA JUGA:Gunung Tambora, Pesona Kaldera Raksasa yang Menyimpan Jejak Letusan Dahsyat
Cara Mengatasi Telinga Kering dan Mengelupas
Penanganan telinga kering harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.
Langkah awal yang dapat dilakukan adalah menjaga kelembapan kulit telinga dengan perawatan yang lembut dan aman.
Hindari penggunaan produk yang mengandung bahan keras atau parfum berlebihan di area sekitar telinga.
BACA JUGA:Vitamin untuk Saraf yang Bagus: Rahasia Menjaga Fungsi Saraf Tetap Sehat dan Optimal
Membersihkan telinga sebaiknya dilakukan secukupnya pada bagian luar saja tanpa memasukkan benda ke dalam liang telinga.