MEDIALAMPUNG.CO.ID - Tidak semua orang dapat menikmati tidur malam yang nyenyak dan berkualitas.
Sebagian orang terbangun hanya karena suara kecil, cahaya redup, atau perubahan suhu ruangan.
Kondisi ini dikenal sebagai light sleeper, yaitu keadaan ketika seseorang memiliki tidur yang dangkal dan mudah terganggu.
Meski sering dianggap sepele, menjadi light sleeper dapat memengaruhi kualitas hidup jika terjadi secara terus-menerus.
BACA JUGA:Gaji PPPK Paruh Waktu Lampung Selatan Dipastikan Segera Dibayar
Apa Itu Light Sleeper
Light sleeper adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mudah terbangun saat tidur dan sulit kembali terlelap.
Orang dengan kondisi ini cenderung lebih peka terhadap rangsangan eksternal seperti suara, cahaya, atau pergerakan di sekitar.
Tidur yang dialami biasanya tidak mencapai tahap tidur dalam secara optimal sehingga tubuh kurang mendapat waktu pemulihan.
BACA JUGA:Lampung Siap Jadi Pusat Energi Terbarukan Nasional, DPR RI Soroti Tantangan Kelistrikan
Perbedaan Light Sleeper dan Tidur Normal
Pada tidur normal, tubuh akan melalui beberapa tahap tidur, mulai dari tidur ringan, tidur dalam, hingga fase tidur bermimpi.
Light sleeper sering kali terjebak pada fase tidur ringan dan jarang mencapai tidur dalam.
Akibatnya, meskipun durasi tidur tampak cukup, kualitas tidurnya tetap rendah dan tidak memberikan efek segar saat bangun.
BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Pastikan SMA Siger Tetap Beroperasi Sambil Lengkapi Perizinan